Segelas Teh Tanpa Gula (Bagian 11)

Supaya lebih utuh seluruh, bacalah terlebih dulu:
Segelas Teh Tanpa Gula (Bagian 1)
Segelas Teh Tanpa Gula (Bagian 2)
Segelas Teh Tanpa Gula (Bagian 3)
Segelas Teh Tanpa Gula (Bagian 4)
Segelas Teh Tanpa Gula (Bagian 5)
Segelas Teh Tanpa Gula (Bagian 6)
Segelas Teh Tanpa Gula (Bagian 7)
Segelas Teh Tanpa Gula (Bagian 8)
Segelas Teh Tanpa Gula (Bagian 9)
Segelas Teh Tanpa Gula (Bagian 10)

Cinta yang Tak Diberi Nama

Ia datang
seperti kabut di padang jiwa,
menyentuh yang tak bisa disentuh,
mengisi rongga antara nafas dan nyeri.

Aku tak menyebutnya,
sebagaimana langit tak menyebut angin
yang membuat dedaunan saling bersujud.

Ia adalah mata air
yang tidak bersuara,
mengalir dalam pergelangan waktu,
menyembuhkan retak
yang tak pernah kubuka ke siapa pun.

Bukan kata, bukan peluk,
bukan pula harapan yang dicatat di atas kertas,
tapi sekuntum diam
yang mekar
setiap kau menutup jendela
agar malam tak menyentuh lelahku.

Di tubuhmu
ada ruang yang tak bernama,
tempat aku sembunyi
dari segala bahasa
yang tak sanggup mengungkap cinta.

2025

***

Tanganmu Doa

Bahkan sebelum kata lahir
dari gugup bibir yang mencari arah,
tanganmu telah lebih dulu
membuka jalan pulang
bagi jiwaku yang tersesat di dahi malam.

Di setiap lipatan jemarimu,
ada ayat-ayat
yang tak pernah dibaca
oleh suara manusia,
tapi tubuhku mengerti artinya
dari cara kau menyentuh
dahi yang panas, dada yang patah,
dan waktu yang retak
di pergelangan tanganku.

Tak perlu kau lafazkan apapun,
aku tahu:
tanganmu telah belajar lebih dahulu
menjadi doa
yang tak bisa ditulis
oleh kitab manapun,
kecuali oleh kasih
yang menghafal luka-luka
dengan sabar.

Dan setiap kali aku sembuh,
bukan dari obat,
melainkan dari keyakinan
bahwa cintamu
tak pernah meminta upah
kecuali hidupku
yang kembali pelan-pelan
menyebut namamu
dalam sujud yang sunyi.

2025

***

Pelukan yang Senyap

Tak ada suara ketika kau memelukku
hanya senyap
yang berpendar di antara
tulang rusuk dan cahaya.

Kau tidak berkata apa-apa
tapi tubuhmu lebih dulu mengerti
mana yang rapuh,
mana yang ingin sembunyi dari dunia
dan dari diri sendiri.

Pelukanmu bukan sekadar lengan
tapi ruang rahasia
tempat sunyi bisa menangis
tanpa malu,
dan luka bisa tidur
tanpa ditanyai asalnya.

Aku tak tahu
siapa yang lebih menyembuhkan siapa:
aku yang menggigil
atau kau yang rela menjadi nyala
tanpa api
tanpa bunyi
hanya rasa
yang tak bisa dijelaskan
oleh bahasa
kecuali oleh detak
yang akhirnya berani berdetak lagi.

Malam itu,
dunia kehilangan bentuknya.
Yang ada hanya pelukanmu,
dan kesembuhan
yang lahir dari pelan
dan penuh.

2025

***

Matamu Masih Menyimpan Senja

Matamu, kekasih,
adalah senja yang tak mau padam,
cahayanya bertahan di sehelai tirai,
di lipatan nafasku
yang enggan kau lepaskan dari pelukan cahaya.

Kau tidak menatapku
seperti dunia menatap luka,
tapi seperti malam
yang percaya
bulan akan pulang
ke pangkuannya.

Di bola matamu
kutemukan namaku
ditulis ulang tanpa luka,
kutemukan tubuhku
dalam musim yang tak lagi menggigil.

Setiap kau berkedip,
ada puisi yang tumbuh
di antara silau cahaya dan desir nafasmu.
Dan aku,
adalah huruf-huruf
yang kau bisikkan
ke pipi waktu.

Matamu menyimpan senja
sebagaimana Al-Fatihah
menyimpan surga.
Lembut, suci,
dan penuh rahasia yang hanya bisa dibaca
oleh mereka yang mencintai
tanpa syarat.

2025

***

Sepiring Kenangan Tanpa Sendok

Kau meletakkan sepiring bubur
di meja pagi
dengan tangan yang tak bertanya apa pun,
tapi hatiku mendengar
semua doa yang tak jadi kau ucapkan.

Tak ada garam,
tapi ada keheningan
yang kau aduk perlahan
dengan matamu
yang masih mengantuk dan setia.

Aku menyendok kenangan
tanpa sendok:
hanya dengan nafas
dan air mataku sendiri
yang hangatnya mengalir dari tubuhmu.

Setiap suapan adalah pelukan
yang menyaru jadi uap tipis
di atas mangkuk,
menggenapkan cinta
yang tak butuh bahasa.

Di meja itu,
kau bukan hanya istri,
tapi penyembuh yang tahu
bahwa cinta bisa disajikan
tanpa suara,
tanpa gula,
tanpa siapa pun tahu
berapa luka
yang telah kau telan
sebelum pagi ini.

2025

***

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top