Mengapa Alur My Neighbor Totoro (1988) Terasa Membekas di Hati?

My Neighbor Totoro merupakan salah satu karya film dari Studio Ghibli yang dirilis pada tahun 1988 yang disutradarai Hayao Miyazaki. Film ini menampilkan kisah dua bersaudara, Satsuki dan Mei, yang pindah ke sebuah rumah tua di pedesaan yang sangat indah dan asri bersama ayah mereka. Kepindahan tersebut dilakukan agar keluarga dapat lebih dekat dengan rumah sakit tempat ibu mereka dirawat karena penyakit yang cukup serius.

Read More »

Rahasia Salinem: Dari Politik Pusat-Pinggiran, Jejak Trauma, hingga Perlawanan pada Kematian (Part II)

Pembacaan atas Rahasia Salinem itu, pada akhirnya bermuara pada kesimpulan saya, bahwa novel ini mengandalkan kekuatan teknik suspense guna membongkar kemapanan sejarah dominan kita. Melalui lensa posmodernisme Hutcheon, teks karya Wisnu Suryaning Adji ini menantang narasi besar yang kerap berpusat pada tokoh militer dan penguasa, untuk kemudian menempatkan subjek pinggiran dan perempuan yang tersubordinasi sebagai agen penting dalam lintasan zaman.

Read More »

Rahasia Salinem: Dari Politik Pusat-Pinggiran, Jejak Trauma, hingga Perlawanan pada Kematian (Part I)

Membaca Rahasia Salinem (2019 & 2024)—sebut saja selanjutnya: novel RS—karya Wisnu Suryaning Adji dan Brilliant Yotenega, rasa-rasanya adalah peristiwa yang membagkitkan pengalaman pembacaan saya atas beberapa novel. Barangkali, ini hal lumrah bagi sebagian pembaca, mengingat horizon pengetahuan masing-masing juga sedemikian menentukan arah pembacaan ke depan. Ingatan pada Setan van Oyot (2019) karya Djokolelono bangkit, ini jikalau dilihat dari segi latar dan pengisahan yang relatif mengalir, ringan.

Read More »

Filosofi Teras: Buku Filsafat Lama yang Relevan Sepanjang Masa

2.300-an tahun yang lalu, Zeno-pencetus filsafat stoisisme, saat itu sedang berada di titik terendahnya karena kapal yang ditumpanginya tenggelam. Seluruh barang dagangan mahalnya habis ditelan laut, dirinya terdampar di sebuah pulau sebatang kara. Bagaimana dia bisa bertahan dalam situasi sesulit itu?

Read More »

Ketika Squid Game Tidak Lagi Menjadi Fiksi

Jika masih ada Netflix di tahun ini, tontonlah serial korea berjudul Squid Game. Serial itu mulai tayang tahun 2021, ya, dua puluh lima tahun yang lalu. Serial itu terlihat ceria dan penuh warna. Menampilkan permainan anak-anak, kostum yang lucu, musik yang menyenangkan. Namun, di balik itu semua, serial itu bercerita tentang kerakusan.

Read More »

Catatan Pembacaan Nyi Sadikem: Tentang Trauma, Identitas, dan Citra Perempuan Kekinian

Saya ingat betul pesan seorang driver ojek online saat diantar dari stasiun Pasar Senen ke Gelora Bung Karno (GBK). Sambil mengendarai motor dengan kecepatan lumayan kencang, ia bilang pada saya, “Jakarta keras, Neng. Dunia di luar sana bahaya.” Saat itu, saya hanya mengangguk, tetapi beberapa tahun berlalu sejak kejadian itu, saya justru ingin menambahkan satu pernyataan sang driver ojek online: di dalam rumah pun berbahaya bagi perempuan—bahkan perempuan amat banyak mengalami kekerasan dalam lingkup privat, yaitu di dalam rumahnya sendiri.

Read More »

Mengurai Belenggu Interseksionalitas dan Komodifikasi Reproduktif dalam Gadis Pantai Karya Pramoedya Ananta Toer

Perempuan, dalam bentang sejarah feodalisme Jawa, sering kali diposisikan tidak lebih dari sekadar objek transaksi sosial dan politik yang kehilangan kedaulatan atas tubuhnya sendiri. Melalui novel Gadis Pantai, Pramoedya menggambarkan dengan sangat jelas bagaimana kekuasaan mutlak bangsawan bisa mengubah manusia menjadi barang rongsokan yang kehilangan nama aslinya.

Read More »

Melihat Negara dari Pintu Belakang Rumah Tangga

Saya membaca buku ini melalui versi terjemahan bahasa Indonesia yang tersedia di iPusnas. Sejak halaman-halaman awal, buku ini sudah menawarkan satu gagasan yang menggelitik: rumah tidak pernah benar-benar pribadi. Ia selalu terhubung dengan orang lain, dengan kampung, dengan keluarga besar, dengan kerja perempuan, dan bahkan dengan negara.

Read More »

Na Willa, Memori Masa Kecil, dan Cita-cita Menjadi Ibu

Aku sengaja tidak ‘riset’ tentang film ini, pun menonton trailernya tidak, supaya jadi kejutan. Tanpa ekspektasi saat masuk studio, membawa apresiasi saat keluar studio. Seperti biasanya, aku coba mengapresiasi lewat tulisan, tentunya untuk “Na Willa” lewat tulisan ini.

Read More »

Di Balik Lagu Bersenja Gurau: Tentang Lelah, Keluh, dan Bertahan

Dalam perjalanan hidup, setiap orang pasti mempunyai plot twistnya. Melakukan aktivitas yang dirasa membosankan, merasa begitu lelah dengan keadaan, hingga muncul rasa ingin menyerah. Saat merasakan fase yang membagongkan, Jujur untuk keluh seakan-akan adalah cara paling sesuai untuk menggambarkan keadaan. Hidup memang tidak selalu pas dengan cita-cita kita.

Read More »
Scroll to Top