Semacam Provokasi dari Membakar Buku Membakar Manusia

Agaknya literasi harus terus dikampanyekan dan dimasifkan. Kehadiran buku “Membakar Buku Membakar Manusia dan Esai-esai Lainnya” (Jejak Pustaka: 2026) yang ditulis oleh Jemi Batin Tikal mencoba mengkampanyekan literasi. Terlebih lagi Jemi dalam menyajikannya sangat berapi-api atau provokatif (sekurang-kurangnya menurut saya pribadi). Tapi selama memprovokasi suatu hal yang positif maka kiranya boleh disebut sebagai bentuk lain dari kebaikan.

Read More »

Takut Mati Sambil Mendengarkan The Spirit Carries On karya Dream Theater

“Safe in the light that surrounds me. Free of the fear and the pain. My questioning mind has helped me to find the meaning in my life again,” teriak James LaBrie dengan tenor tingginya, setelah beberapa suasana pasca-John Petrucci menyelesaikan interlude gitarnya yang ciamik. Pada bagian itu, saya berhenti memikirkan apakah dunia sedang baik-baik saja. Bukan karena dunia mendadak baik, melainkan karena selama beberapa menit musik berhasil membuat saya cukup jauh dari dunia untuk tidak ikut terseret ke dalam kebisingannya.

Read More »

Realitas, Realita, Realit, Really?

Dari berbagai kisah pendek yang saya sukai, I Hope I Shall Arrive Soon akan selalu berada pada tangga paling atas. Saya belum menemukan penulis yang karyanya selalu relate dengan diri saya selain Philip K. Dick. Seharusnya, dengan makin bergerak maju-nya waktu, karyanya akan makin relevan dengan Anda semua, sebagaimana lagu-lagu Ayreon. Sampai titik ini, Anda dapat mencari kisah pendek tersebut di internet dan membacanya sendiri lalu baru kembali ke sini. Kalau saya jadi Anda sih, saya tidak akan kembali ke esei ini.

Read More »

Mengapa Alur My Neighbor Totoro (1988) Terasa Membekas di Hati?

My Neighbor Totoro merupakan salah satu karya film dari Studio Ghibli yang dirilis pada tahun 1988 yang disutradarai Hayao Miyazaki. Film ini menampilkan kisah dua bersaudara, Satsuki dan Mei, yang pindah ke sebuah rumah tua di pedesaan yang sangat indah dan asri bersama ayah mereka. Kepindahan tersebut dilakukan agar keluarga dapat lebih dekat dengan rumah sakit tempat ibu mereka dirawat karena penyakit yang cukup serius.

Read More »

Rahasia Salinem: Dari Politik Pusat-Pinggiran, Jejak Trauma, hingga Perlawanan pada Kematian (Part II)

Pembacaan atas Rahasia Salinem itu, pada akhirnya bermuara pada kesimpulan saya, bahwa novel ini mengandalkan kekuatan teknik suspense guna membongkar kemapanan sejarah dominan kita. Melalui lensa posmodernisme Hutcheon, teks karya Wisnu Suryaning Adji ini menantang narasi besar yang kerap berpusat pada tokoh militer dan penguasa, untuk kemudian menempatkan subjek pinggiran dan perempuan yang tersubordinasi sebagai agen penting dalam lintasan zaman.

Read More »

Rahasia Salinem: Dari Politik Pusat-Pinggiran, Jejak Trauma, hingga Perlawanan pada Kematian (Part I)

Membaca Rahasia Salinem (2019 & 2024)—sebut saja selanjutnya: novel RS—karya Wisnu Suryaning Adji dan Brilliant Yotenega, rasa-rasanya adalah peristiwa yang membagkitkan pengalaman pembacaan saya atas beberapa novel. Barangkali, ini hal lumrah bagi sebagian pembaca, mengingat horizon pengetahuan masing-masing juga sedemikian menentukan arah pembacaan ke depan. Ingatan pada Setan van Oyot (2019) karya Djokolelono bangkit, ini jikalau dilihat dari segi latar dan pengisahan yang relatif mengalir, ringan.

Read More »

Filosofi Teras: Buku Filsafat Lama yang Relevan Sepanjang Masa

2.300-an tahun yang lalu, Zeno-pencetus filsafat stoisisme, saat itu sedang berada di titik terendahnya karena kapal yang ditumpanginya tenggelam. Seluruh barang dagangan mahalnya habis ditelan laut, dirinya terdampar di sebuah pulau sebatang kara. Bagaimana dia bisa bertahan dalam situasi sesulit itu?

Read More »

Ketika Squid Game Tidak Lagi Menjadi Fiksi

Jika masih ada Netflix di tahun ini, tontonlah serial korea berjudul Squid Game. Serial itu mulai tayang tahun 2021, ya, dua puluh lima tahun yang lalu. Serial itu terlihat ceria dan penuh warna. Menampilkan permainan anak-anak, kostum yang lucu, musik yang menyenangkan. Namun, di balik itu semua, serial itu bercerita tentang kerakusan.

Read More »

Catatan Pembacaan Nyi Sadikem: Tentang Trauma, Identitas, dan Citra Perempuan Kekinian

Saya ingat betul pesan seorang driver ojek online saat diantar dari stasiun Pasar Senen ke Gelora Bung Karno (GBK). Sambil mengendarai motor dengan kecepatan lumayan kencang, ia bilang pada saya, “Jakarta keras, Neng. Dunia di luar sana bahaya.” Saat itu, saya hanya mengangguk, tetapi beberapa tahun berlalu sejak kejadian itu, saya justru ingin menambahkan satu pernyataan sang driver ojek online: di dalam rumah pun berbahaya bagi perempuan—bahkan perempuan amat banyak mengalami kekerasan dalam lingkup privat, yaitu di dalam rumahnya sendiri.

Read More »
Scroll to Top