Gulai Nangka

Membaca status kakakku yang memposting gulai nangka khas Minangkabau, Salivaku naik turun karena kepingin. Sudah lama aku tidak makan dengan gulai nangka. Gulai beraroma rendang yang dicampur dengan potongan daging sapi dan daging buah nangka atau cempedak. Rasanya rada-rada pedas dan nikmat. Kurang lebih sudah delapan tahun aku tidak makan masakan itu.  Dulu, saat awal-awal tinggal di Pekanbaru, aku masih belum mengenal masakan itu. Ia terasa tampak asing di lidahku. Kala itu, salah seorang tetangga yang orang Minang asli memberi ibuku semangkuk gulai asing. Warnanya kehitaman sehingga ia agak menyerupai

Read More »

Sorak Sorai

Jam menunjuk pukul 22.00. Malam yang dingin dan sepi, seperti malam- malam sebelumnya. Aku mengambil ponsel dan mengirim pesan yang singkat. Terlalu singkat sebenarnya untuk hubungan yang nyaris 7 tahun.

Read More »

Semangkuk Bubur Candil

Kursi-kursi bambu itu teronggok seperti tak pernah diduduki. Meja-meja panjang beralas tripleks itu juga terlihat murung. Warung bambu itu tak berbeda nasibnya dengan dua kawannya yang lain, merana, macam warung mangkrak. Padahal pemiliknya telah menghabiskan modal yang banyak. Bahkan satu-satunya gelang yang ia punya telah melayang untuk memodali awal membangun usaha warkop itu.

Read More »

Seutas Gelang dan Harapan

Angin dingin gunung berhembus pelan di antara pepohonan yang menjulang tinggi. Langit sore mulai berubah abu ketika Aril dan rombongannya melanjutkan perjalanan menuju puncak. Di sampingnya berjalan seorang wanita yang selalu menjadi alasan dirinya tersenyum setiap hari, istrinya, Aurel.

Read More »

Istana

Peringatan hari kemerdekaan. Semua lapisan masyarakat mengadakan upacara hari kemerdekaan. Antusiasme sangat terlihat dari wajah mereka. Setelah upacara selesai, mayoritas masyarakat langsung mengadakan perlombaan untuk memeriahkan hari kemerdekaan. Makan kerupuk, balap karung, estafet karet, hingga panjat pinang menjadi lomba-lomba yang banyak digemari oleh masyarakat.

Read More »

Suara yang Tak Pernah Tersampaikan

Di sebuah kamar pondok bernomor empat memiliki penghuni dua anak santri, yaitu aku dan kakak tingkat yang bernama Lani. Berbeda dengan aku yang masih mahasiswi, sedangkan Kak Lani sudah lulus kuliah dan bahkan sudah memiliki pekerjaan menjadi guru IPA. ia tetap tinggal di pondok, mungkin Kak Lani merasa nyaman tinggal di sini dan masih ingin dekat dengan lingkungan pondok.

Read More »

Rahasia di Balik Roll Film

Sejujurnya, aku bukan orang yang mudah untuk bergaul dengan orang-orang baru. Tapi di tempat itu, aku jadi mengenal banyak orang termasuk Esha, anggota divisi dokumentasi yang tidak bisa dipisahkan dengan kamera analog yang selalu dibawanya. Dirinya sudah lebih dulu masuk Unit Kegiatan Mahasiswa Seni ini sebelum aku masuk, oleh karena itu dia sering membantu dan mengarahkan anggota-anggota baru dalam kegiatan.

Read More »

Dari Langit ke Bumi

“Tapi kok ceritanya agak berbeda dengan yang biasanya diceritakan oleh pak guru di sekolah ya” Aku mencoba berpendapat. Adikku, Rusdi yang baru kelas tiga SD hanya manggut-manggut seolah memahami semua yang kami katakan.

Read More »

Lukisan

Udara Leiden membawa aroma tanah basah, bercampur dengan kopi hangat. Gang sempitnya lama dilalui waktu dan sepatu para pemikir dan penyair dan orang-orang biasa.

Read More »

Tangisan Seekor Monyet

Edo pun ikut bergabung bersama monyet-monyet lain. Mereka semua terlihat sangat mahir melakukan berbagai atraksi. Edo mencoba mengikuti salah satu atraksi. Ia mencoba mengambil tiga bola lalu berlatih melemparnya, tetapi karena tidak terbiasa, Edo jadi kesusahan. Bola-bola itu terus berjatuhan ke lantai.

Read More »
Scroll to Top