Sisa Senja di Saku Kiri

Sebelum aku sempat menyusun ulang diriku sendiri, ia sudah lebih dulu menarikku. Dan tanpa banyak gerak yang bisa kuingat jelas, jarak itu hilang begitu saja. Pelukannya tidak erat. Tapi cukup untuk membuatku berhenti menahan apapun. Dadaku menabrak tubuhnya. Wajahku jatuh ke bahunya. Rambutnya yang basah menyentuh pipiku.

Read More »

Dongeng Peri Kapuk

Angin sepoi melambaikan rambut Peri Androgini yang keperakan. Mereka bukan lelaki, bukan pula perempuan. Badan mereka yang ramping serupa tangkai bunga, berwajah kelopak dandelion yang kuning cerah, sekilas mirip dandelion asli di taman mereka. Hanya saja mereka memakai jarik yang dirajut apik dari daun-daun rumput.

Read More »

Bekal untuk Sephia

Rasa rempah itu akan masuk dengan sopan ke tenggorokanmu. Membangkitkan reseptor glutamat setelah kau memakannya. Meninggalkan kelembutan sebagai rasa sisanya. Ini benar-benar tanpa vetsin, aku merebusnya dengan telaten sampai kaldu-kaldu itu keluar.

Read More »

Pulanglah Kartam Si Anak Hilang

Tarjo menyelinap di antara kerumunan manusia yang terburu-buru. Kartam mengawasi dari jauh. Gerakan Tarjo seperti belut, begitu halus. Tarjo sengaja menjatuhkan korek apinya di dekat pria itu, menunduk, lalu bangkit dalam sebuah gerakan yang mulus. Tubuh Tarjo nyaris menembus koper pintar yang berjalan otomatis mengikuti pemiliknya. Dalam hitungan detik, Tarjo sudah kembali ke sisi Kartam. 

Read More »

Hati yang Tak Dikehendaki

Melihat realita yang ada, Naimah pantas kecewa. Apa kurangnya ia? Tergolong cantik, tubuhnya tanpa cela. Kulitnya kinyis-kinyis, bedaknya paling mahal di pasar. Ia rajin merawat diri luar dalam. Ditambah lagi Naimah tidak sudi untuk mandi di sungai, sudah disediakan sumur agar ia tidak mandi bercampur tahi tetangga. Ataukah mungkin masalah ini bukan bersumber padanya? Bagaimana jika yang loyo adalah suaminya?

Read More »

Tersandera di Balik Bilik

Malam itu, Gardu Ronda RT 4 riuh oleh asap rokok dan denting sendok pada gelas kopi. Namun, bagi Suryono, suasana terasa lebih panas dari biasanya. Di hadapannya duduk Kardiman, seorang tim sukses salah satu calon lurah petahana yang belakangan ini gayanya sudah mirip ajudan menteri.

Read More »

Kesenjangan

Pagi hari, hujan kembali datang. Kali ini lebih deras dari kemarin, beberapa pohon roboh, tanah longsor, ruang kelas kembali tergenang air. Seorang anak laki-laki dengan tatapan sedih berdiri mematung di depan pintu rumahnya.

Read More »

Satu Hari di Caridea

Oke. Saya siap-siap menjemputnya di Stasiun Caridea dengan sepeda motor. Sebelumnya memang kami tidak bertukar foto, tapi saya tahu bagaimana wujud Clarida. Dari mana lagi kalau bukan dia sendiri yang mengirimkan foto-foto randomnya sehari-hari.

Read More »

Lung Wening Asmaraningrat Pangruwating Sunya

Wisrawa meniup permukaan buku tebal tersebut, sambil membayangkan serpihan waktu beterbangan di bawah sorotan lampu yang menggantung rendah di atas meja kerjanya seperti saat dia menemukan buku itu untuk pertama kali. Ruangan itu hening. Tinggal dengungan mesin penstabil gravitasi stasiun yang menjaga mereka tetap mengapung di orbit cincin Saturnus.

Read More »

Ruang di antara Bintang-bintang

“Kamu tuh ya Tom, imajinasimu gak ada tanding, kalo udah ngerancang dunia. Dari konstelasi, hingga pola daun pun kau pikirkan!” Seperti arsitek yang tahu menahu kerangka bangunan, konsep dari dalam hingga luarnya, sampai ke material yang dibutuhkan. Tanpa perlu melihat wujud aslinya.

Read More »
Scroll to Top