Zombi

Pagi yang sibuk di gudang penyimpanan barang. Seperti biasa, truk kargo berlalu lalang, datang dan pergi, bongkar dan angkut muatan paket ekspedisi disortir sebelum diserahkan kepada kurir yang akan mengantarkannya dari pintu ke pintu pelanggan. 

Read More »

Doa Santi yang Dinanti

Layaknya sebuah apel yang dipetik empunya, diusap untuk memastikan agar apel ranum itu bersih. Lalu ditancapkannya pisau itu untuk menuju puncak kenikmatan. Santi adalah apel. Dibelainya penuh belas kasih oleh tetangganya, namun ia tahu bahwasanya hidup itu telah berhenti sejak suaminya pamit meninggalkan rumah. Perlakuan tetangganya bukan menjadikan dia lebih baik namun sebaliknya. Ia merasa hidupnya terlalu sedih untuk dilihat hingga mereka turut bersimpati.

Read More »

Kenang, Timore, dan Duka Suku Mewa

Petang lalu Timore berjanji akan memberiku sebuah kalung cantik dari batuan langka yang ia cari di Sungai Deak. Ibu Tesso berkali-kali meledekku kalau Timore merangkai kalung batu indah itu semalaman hanya untukku. Tapi hari ini, hari di mana aku semestinya berjumpa dengan Timore dan menerima kalung istimewa itu, aku justru melihat lelaki terkasihku pergi dengan cara mengerikan yang tak pernah kubayangkan terjadi. 

Read More »

Yans dan Yannay: Menyoal Malam Tahun Baru

‘Mulai lagi nih Si Yans.’ Yannay membatin. Yannay sudah hafal ritme Yans yang suka ngelantur kesana kemari saat ngopi berdua bersamanya. Terutama kalau sedang cerita perkara mbahnya, Mbah Markesot. Dan ketika saat itu datang, Yannay harus bersiap untuk menggali lebih jauh, ilham apa yang masuk ke kepala Yans. Karena terkadang Yans sendiri tidak sadar dengan apa yang ia ucapkan.

Read More »

Pohon Trembesi

“Of holier love. Nor wilt thou then forget. That after many wanderings, many years. Of absence, these steep woods and lofty cliffs. And this green pastoral landscape, were to me. More dear, both for themselves and for thy sake!” (William Wordsworth)

Read More »
Scroll to Top