Mozaik Pekanan: Label dari Publik

Seperti seorang bayi yang baru lahir, setiap tulisan yang tayang di bilfest.id akan kami rayakan. Meskipun dengan perayaan kecil-kecilan, dalam sebuah rubrik Mozaik (Pekanan dan Kanon). Perayaan dalam Mozaik Pekanan ini, tim redaksi mengucapkan terima kasih kepada pembaca bilfest.id. Ucapan terima kasih juga kepada para penulis yang tayang sejak hari Senin sampai Jum’at, tanggal 6-10 April 2026. Melalui rubrik Mozaik Pekanan inilah, tulisan-tulisan yang tayang itu akan kita rayakan bersama.

Read More »

Mozaik Kanon: Ingatan, Wejangan, dan Senyuman

Salam bahagia untuk teman-teman bilfest.id yang budiman. Sekuntum syukur senantiasa kita hirup agar semangat tak mudah redup. Dalam mozaik kanon kali ini, kita dipertemukan dengan cerpen dari Luthfiana Izzaturrohmah yang berjudul “Satu Hari di Caridea”, kemudian puisi-puisi dari penyair Yogyakarta, Maria Utami yang terbingkis dalam “Pesta di Rumah Duka dan Puisi Lainnya”, serta segelas puisi sajian Abdul Wachid BS yang dapat diseruput dalam “Segelas Teh Tanpa Gula (Bagian 9)”.

Read More »

Mozaik Pekanan: Membedah

Selamat menikmati akhir pekan para pembaca bilfest.id. Berjumpa kembali dengan Mozaik Pekanan. Sebuah mozaik yang merespon tulisan yang tayang di bilfest.id dari hari Senin sampai dengan Jum’at. Mozaki Pekanan kali ini merespon terhadap esai dari Cahyo Aji Saputro, resensi dari Devon Richard Hafids Fadhillah Purba, esai dari Guntur Awal, esai dari Bayu Aji Prayoga dan esai dari Ahmad Dahri.

Read More »

Mozaik Kanon: Usaha Dikenang, Mengenang, dan Segelas Kenangan

Salam sejahtera untuk teman-teman bilfest.id yang budiman dan yang tabah membaca denyut kehidupan dalam sebuah tulisan. Dalam mozaik kanon kali ini, kita berjumpa dengan selembar cerpen dari Setyo W. Nugroho yang berjudul “Lung Wening Asmaraningrat Pangruwating Sunya”, kemudian sekuntum puisi dari penyair Sumenep-Madura, Farhan Sagara yang terhimpun dalam “Sebuah Bunga dan Puisi Lainnya”, dan segelas puisi racikan Abdul Wachid BS yang dapat dinikmati dalam “Segelas Teh Tanpa Gula (Bagian 8)”. Ketiga karya tersebut terbit di bilfest.id pada 28 dan 29 Maret 2026.

Read More »

Mozaik Pekanan: Budaya Kita

Menjadi sebuah sunatullah, masyarakat yang lahir, tumbuh dan mendiami di suatu tempat akan secara kolektif membentuk kebudayaan yang dijalani. Baik itu hal baru atau yang telah turun temurun. Begitu juga masyarakat di nusantara. Dalam waktu-waktu tertentu, ada kebudayaan yang tercipta yang terpengaruh oleh agama dan kepercayaan yang diyakini. 

Read More »

Mozaik Kanon: Aphantasia, Catatan Rihlah Batiniah, dan Tubuh Sebagai Kitab

Ketiga karya tersebut menemani teman-teman dalam melangsungkan event besar yakni lebaran Idul Fitri (bagi yang menjalankannya). Sebuah kenikmatan tersendiri bagi kami, untuk bisa menghadirkan teman sekalipun berupa teks atau tulisan. Sepotong nikmat yang mungkin seumpama seorang kakek yang tersenyum selepas menyalurkan amplop – bertuliskan “Selamat Idul Fitri” dan bergambar Upin-Ipin – kepada cucu-cucunya.

Read More »

Mozaik Pekanan: Ziarah Batin

Menjelang lebaran 1447 H atau 2026 M, situs bilfest.id terus berupaya menayangkan tulisan dari para kontributor/penulis tanpa jeda. Kami siapkan sebaik-baiknya untuk menemani para pembaca dari jarak jauh.

Read More »

Mozaik Kanon: Surat Peringatan untuk Negara, Sekeranjang Harapan, dan Segelas Kerinduan

Ada sepotong cerpen “Surat Kecil untuk Mama” karya dari M. Ridho, kemudian sehimpun puisi “Doa Pendosa dan Puisi Lainnya” buah kreasi dari Mochammad Syu’aib, dan satu karya berikutnya adalah segelas puisi dari Abdul Wachid BS yang berjudul “Segelas Teh Tanpa Gula (Bagian 5)”. Tiga karya tersebut mulai terbit bersinar di bilfest.id pada 14 & 15 Maret 2026.

Read More »

Mozaik Pekanan: Notulen Zaman

Kata Sabrang kira-kira begini, “tanda orang yang belajar dan siap menerima ilmu itu memiliki formulasi pertanyaan. Sehingga dia punya wadah untuk menerima ilmu itu”.

Read More »
Scroll to Top