
Mozaik Pekanan: Ziarah Batin
Menjelang lebaran 1447 H atau 2026 M, situs bilfest.id terus berupaya menayangkan tulisan dari para kontributor/penulis tanpa jeda. Kami siapkan sebaik-baiknya untuk menemani para pembaca dari jarak jauh.

Menjelang lebaran 1447 H atau 2026 M, situs bilfest.id terus berupaya menayangkan tulisan dari para kontributor/penulis tanpa jeda. Kami siapkan sebaik-baiknya untuk menemani para pembaca dari jarak jauh.

Ada sepotong cerpen “Surat Kecil untuk Mama” karya dari M. Ridho, kemudian sehimpun puisi “Doa Pendosa dan Puisi Lainnya” buah kreasi dari Mochammad Syu’aib, dan satu karya berikutnya adalah segelas puisi dari Abdul Wachid BS yang berjudul “Segelas Teh Tanpa Gula (Bagian 5)”. Tiga karya tersebut mulai terbit bersinar di bilfest.id pada 14 & 15 Maret 2026.

Kata Sabrang kira-kira begini, “tanda orang yang belajar dan siap menerima ilmu itu memiliki formulasi pertanyaan. Sehingga dia punya wadah untuk menerima ilmu itu”.

Satu tulisan bagi kami tidak lantas membuat kami berani semena-mena megeneralisir atau gebyah uyah atas tulisan-tulisan lainnya dari si penulis. Mozaik Kanon mencoba menikmati hidangan tulisan, kreasi masakan dari penulisnya. Namanya menikmati, kadang berkomentar juga sih. Hehe.

Seperti biasa, tim redaksi berusaha mencari payung besar untuk menaungi tulisan yang tayang, khususnya dari hari Senin sampai Jum’at, 2-5 Maret 2026. Namun alih-alih menemukannya, kami teringat kembali, bahwa tulisan yang tayang merupakan jari-jari yang saling menyokong, ada yang berperan jadi kain antiairnya, ada pula yang jadi gagangnya. Lalu membentuk dirinya sendiri. Kemudian “megar payung” dan bisa dinikmati pembaca.

Kali ini tulisan yang akan diulas tipis-tipis (setipis dompet di akhir bulan) adalah cerpen “Secarik Kertas” karya Kim Al Ghozali AM dan puisi “Segelas Teh Tanpa Gula (Bagian 4)” karya Abdul Wachid BS. Kedua tulisan tersebut tayang pada tanggal 28 Februari & 1 Maret 2026.

Berjumpa kembali dengan Mozaik Pekanan. Ini adalah Mozaik Pekanan ke III sejak pertama kali ada rubrik Mozaik di situs bilfest.id. Selain itu, pembaca juga dapat membaca Mozaik Kanon, yang tayang setiap hari Kamis.

Pada kesempatan kali ini, Mozaik Kanon akan mengulas makcumplik (sedikit) terkait tulisan yang terbit pada tanggal 21-22 Februari 2026. Tulisan tersebut berupa cerpen karya Dyan Uki Widyatmaja berjudul “Yans dan Yannay: Obrolan Senja di Pinggir Sungai” dan tulisan bermodel puisi karya Abdul Wachid BS berjudul “Segelas Teh Tanpa Gula (Bagian 3)”.

Dalam Mozaik Pekanan kali ini, tulisan yang tayang dari tanggal 16-20 Februari 2026 ada sedikit benang merahnya. Kalau ternyata nggak ada, namanya juga Mozaik, kadang kala bisa utuh, kadang kala masih ada gerowongnya.

Sebelum merespons kedua tulisan tersebut, alangkah baiknya kami sampaikan bahwa Mozaik Kanon tak lain sebatas catatan singkat Tim Redaksi. Catatan sederhana dari Tim Redaksi untuk menemani teman-teman menunaikan ritual puasa (bagi yang menjalankan) atau prosesi ngopi di malam hari (lebih tepatnya tergantung Anda ngopi-nya kapan).