Min Ba’dhi Kompatriotnya Syekh Abdul Qodir Jailani

Sebagai makhluk sosial, manusia sudah barang tentu melakukan interaksi sosial dalam sendi-sendi kehidupannya. Mulai dari bersilaturahmi, tolong-menolong, transaksi jual-beli, bahkan hingga adegan se-menegangkan nagih utang sekalipun. Loh ngga menegangkan gimana? Orang yang ditagih justru lebih agresif dan counter attack-nya melebihi serangan balik Manchester United era bulan-bulan ini.

Read More »

Ketika Deadline Menumpuk: Cara Sederhana Menghindari Burnout

Apakah dari kita ada yang pernah merasakan burnout? Apa ada yang belum tau istilah burnout?, bagi yang belum tau, menurut google, burnout adalah kondisi kelelahan ekstrem secara fisik, mental, dan emosional akibat stres kronis, seringkali dipicu oleh tekanan pekerjaan yang berlebihan dan tidak teratasi.

Read More »

Mengapa Anak Membenci Orang Tua?

Bagi seorang ayah, orang yang boleh lebih baik darinya hanyalah anaknya. Setidaknya saya berbicara tentang sebagian besar ayah-ayah yang saya temui. Ego ayah begitu besar, sehingga untuk mengalahkannya butuh sosok yang benar-benar ia cintai dengan setulus hati. Itu sebabnya, seringkali ayah punya ambisi yang diturunkan kepada anak-anaknya.

Read More »

Stop Menilai Gen Z Makhluk Paling Durhaka!

Akhir-akhir ini, narasi tentang Gen Z atau Generasi Z sering sekali terdengar dianggap manja, lemah mental, terlalu baper (sensitif), tidak tahan banting, boros, dan yang paling sering adalah tidak hormat kepada orang yang lebih tua.

Read More »

Ketika Akun Media Sosial Menjadi Harta Warisan

Ketika seorang kreator konten meninggal dunia, publik biasanya mengenang karya-karyanya: video yang menghibur, tulisan yang menenangkan, atau foto yang menghidupkan sebuah peristiwa. Namun setelah prosesi duka selesai, ada persoalan yang kerap tersisa di meja keluarga: akun media sosial pewaris tidak ikut “berhenti bekerja”.

Read More »

Ikhlas Untuk Ikhlas

Di era dinamika kehidupan yang sekarang sedang dijalani dengan “Ya Allah, Ya Allah..” ini, rasanya banyak sekali hal-hal yang perlu diikhlaskan, kemudian dimaklumi, divalidasi, dan dihargai.

Read More »
Scroll to Top