
Menyadur Ibu dan Puisi Lainnya
// dalam kamus besar bahasa ibu / menulis puisi berarti menyadur ibu / terjemah panjang, dipotong judul-judul / pada lembaran hari tanpa garis tepi //

// dalam kamus besar bahasa ibu / menulis puisi berarti menyadur ibu / terjemah panjang, dipotong judul-judul / pada lembaran hari tanpa garis tepi //

// bagi bapak, kesetiaan itu harga mati / yang tak bisa diganggu gugat lagi / tapi ia masih gamang di hadapan kenyataan / sangat sulit membedakan, / mana yang lebih menawan antara senyum ibu / dan sekuntum mawar di taman //

// Mawar mekar dengan batang berduri / pada lapang spektrum hari berlari / terbentur, terbentur lantas terbentuk / kian mendongak, kian diterpa angin terangguk //

// di sini, pada pantai yang mengisi kenangan / menggelepar ingatan masa kanak-kanak, tepat // pada gelombang air yang mencium buih dan pasir //

// Kasur adalah / tempat paling syahdu / untuk segala mimpi / yang kita ramu //

// Seekor burung menjemput fajar / di sela semak belukar. //

// sekian tahun lalu / adakah waktu yang sengaja / kupinjam / untuk mengenang namamu //

// adalah api-api yang menganut imbang cahaya / menangkap tajam warna atma orang-orang / sebagai daur ulang peta luka peradaban / di kepura-puraan nalar hari dongeng kota //

// Satu per satu / menghilang / di gangnya masing-masing // Rumahku / pindah alamat //

// Tidak boleh ada rasa sedih / dalam hangat cangkir kopimu. // Tidak pula rasa rindu yang / harus kaukenang melulu. //