
Melahap Rasa dan Puisi Lainnya
// Aku menulis / Tentang beberapa lembar yang tidak bisa dirobek walau perlahan / Gema nada dini hari yang terus-terus berulang / Mengalihkannya dari harum yang memaksa masuk //

// Aku menulis / Tentang beberapa lembar yang tidak bisa dirobek walau perlahan / Gema nada dini hari yang terus-terus berulang / Mengalihkannya dari harum yang memaksa masuk //

// kini engkau boyongan, kembali ke Banjarsari. / sambil menyaksikan tumbuh kembang industri, / album foto infrastruktur, dan riwayatmu di televisi. //

// Bagaimana mungkin aku bersanding, / Dengan nama yang kautaruh setinggi langit paling bening. / Sedang aku hanya catatan pinggir, / Yang tintanya pudar sebelum sempat ditafsir. //

// Tapi kau laksana bunga teratai yang tampak bebas di permukaan / Tak disangka akarmu terjerambab ke dalam dasar air //

// apakah wajahmu / siluet pertama / yang kelak harus kupahat //

Menyimpan yang Lain Membuka layar maya.Menatap layar persegi panjang itu.Jari mencariyang terbaru, yang pantas di pampangkepada mata-mata yang tak pernah kenyang. Terbaca di sudut kiri bawah:yang tren hari ini.Foto diri,yang tersayang,makanan kesukaan,tempat favorit,dan pertanyaan tidak penting yang tersimpan di ponsel. Saat ini bulan Maret,tetapi pencarianmencari foto dirisudah sampai Agustus tahun lalu—dan masih juga tidak menemukan. Bahkan foto buruk pun tak ada. Sudah lama rupanyaaku tak mengabadikan diri.Menyimpan yang lain,tetapi tidak dengan diriku. Ke mana diriku?Sejak kapanaku berhenti menyimpannya?Diri yang tertimbunsuara token listrikdan slip pembayaran spp anak. Ah, ini dia.Akhirnya kutemukanfoto

// Kuburan paradoks membuka matanya / Autopsi mayat sejarah yang wafat hari ini / Pemakaman itu dipenuhi kunang-kunang / Menulis berita dari bangkai arsip //

// Kartu-kartu menentukan nasib di ujung kuku, / Baik buruk menerka-nerka, / Terbaliknya kartu menjadi penanda, / Tragedi esok menimpamu. //

// Malam membawa selimut / Membaluti tubuhku yang gigil / Sebelum sempat merasa gagal //

// orang-orang bertukar mata / memprediksi cuaca di dalamnya / rasa terbesit ada di mana / dalam duka atau ceria //