Kisah Bunga dan Kupu-kupu

MEMELUKMU DALAM PUISI Sepulang dari menabung pundi-pundi kenanganTanganku tiba-tiba serupa anak panah yang baru saja lepas dari busurnyaBeradu dengan waktuBergulat dengan ingatan Ingatan selamanya tak sesempurnapena, kata, dan puisiSekalipun demikian, puisi masih tak cukup piawaiMemindai rasa yang meletup-letup di dada Tapi harus bagaimana lagi?Untuk saat iniHanya ini yang bisa kusiasatiMemelukmu dalam puisi Purbalingga, Februari 2025 KISAH BUNGA DAN KUPU-KUPU Kau serupa kupu-kupu cantikYang piawai mengepakkan sayapnyaYang lihai menari meski angin hampir sekencang badai Entah sengaja atau tidakPada sela-sela terbang liarmuAku seumpama bunga kecil yang telah kauserap sarinyaMekar utuh seketikaTapi habis-kikis

Read More »

Mari Berdo’a dengan Sepi

Sabtu Selamat merayakan sabtuketika satu dari tujuhmulai menyapa Melumat segala sepiyang berapi-apiseluruhku remukhabis dimaki-maki Kubawa kembali sunyiyang tak lekas pergi Wahai sabtuku yang antikditemani bunyi-bunyian hujan rintiksemoga dirimu selalu cantik. *** Ironi Rindu Rindu datang tanpa aba-abamenghantam mata dan dadakenangan lama kembali merajamenyentuh luka yang belum reda Rindu datang tanpa permisimemeluk sepi dimalam sunyinamun sialnya bersembunyi dan menjadi yang tak terhenti *** Merawat Lara Bertahun-tahun lamanyamenjelajah isi kepalahanya ada dusta sematabersumpah pada doa Mengeja berjuta-juta katamenggolok tiap ragahampir tak kudapatirasa memar bahagia. *** Usang Kau tidak akan menemukankudi atas tumpukantumpukan

Read More »
Scroll to Top