Kisah Bunga dan Kupu-kupu

MEMELUKMU DALAM PUISI

Sepulang dari menabung pundi-pundi kenangan
Tanganku tiba-tiba serupa anak panah yang baru saja lepas dari busurnya
Beradu dengan waktu
Bergulat dengan ingatan

Ingatan selamanya tak sesempurna
pena, kata, dan puisi
Sekalipun demikian, puisi masih tak cukup piawai
Memindai rasa yang meletup-letup di dada

Tapi harus bagaimana lagi?
Untuk saat ini
Hanya ini yang bisa kusiasati
Memelukmu dalam puisi

Purbalingga, Februari 2025

KISAH BUNGA DAN KUPU-KUPU

Kau serupa kupu-kupu cantik
Yang piawai mengepakkan sayapnya
Yang lihai menari meski angin hampir sekencang badai

Entah sengaja atau tidak
Pada sela-sela terbang liarmu
Aku seumpama bunga kecil yang telah kauserap sarinya
Mekar utuh seketika
Tapi habis-kikis seketika juga

Lantas kupu-kupu terbang bahagia
Hinggap pada bunga yang lebih besar
Yang sarinya mampu menghidupi tujuh turunan dan masih tersisa

Purwokerto, Juni 2025

DI HADAPAN BAHASAMU

Aku menghisap bahasa ibuku yang Jawa
Kau menyesap bahasa ibumu yang Sunda
Kau aku meminum bahasa Indonesia
Kau aku menyicipi bahasa asing
Aku menjilati bahasa Arab
Kau menikmati bahasa Inggris

Hampir masing-masing orang bisa menghabisi bahasa asing
Aku pun berani bertarung
Tapi di hadapan bahasamu
Aku jatuh tersungkur.

Kukira HEMAT
Terbangun dari H-E-M-A-T
Ternyata tersusun dari H-E-N-T-E-U

Purwokerto, Juni 2025

ADA MASA BERLAKUNYA

Andai kata tak selihai sepoi angin
Jemarimu tak sesegar hujan yang menumbuhkan
Entah tak sampai, rasa terpatri di serambi hati
Namun perihal rasa yang senantiasa sukar dieja
Gembira sebagaimana gelisah, sama-sama ada masa berlakunya

Purwokerto, Juni 2025

MEWAKTU

Seumpama hujan-badai yang turun
Embun di pucuk daun
Tak ada keduanya terlepas dari jerat waktu
Iklan berjalan sekitar lima belas menitan
Aku menontonmu satu-dua jam

Purwokerto, Juni 2025

BERSERAKAN DI HALAMAN KEPALA

Puspa di dasar sukma
Utuh rekah setelah kau tekun menyiraminya
Tapi tak sampai dua belas purnama berpendar ria
Remah-remah puspa tak hanya berserakan di halaman kepala
Ia semrawut hingga di pelataran rasa

Purwokerto, Juni 2025

1 komentar untuk “Kisah Bunga dan Kupu-kupu”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top