Tasawuf dan Kebudayaan: Ruang Sunyi Muhammadiyah yang Perlu Dirayakan

Pertanyaan saya belum tentu baru. Tetapi dari titik itu, saya mulai menelusuri dan merenung ulang tentang hubungan Muhammadiyah dan tasawuf, serta bagaimana wilayah kebudayaan turut menjadi ruang sunyi yang sering terlupakan namun sesungguhnya sangat hidup dalam denyut Muhammadiyah—baik secara historis maupun kultural.

Read More »

Estetika Puisi Naratif: Lintas Lirik, Balada, dan Jalan Kreatif

Di tengah gempuran puisi eksperimental dan fragmentaris, puisi naratif justru memberi ruang bagi struktur dan keutuhan makna, tanpa mengorbankan kedalaman ekspresi. Ia bukan sekadar prosa yang dipuisikan, melainkan puisi yang bercerita dengan ritme, imaji, dan metafora. Bentuk ini memungkinkan penyair membangun dunia puisi yang bersifat personal sekaligus kontekstual; sebuah lintasan antara bisikan batin dan percakapan sosial.

Read More »

Segelas Teh Tanpa Gula (Bagian 11)

// Dan setiap kali aku sembuh, / bukan dari obat, / melainkan dari keyakinan / bahwa cintamu / tak pernah meminta upah / kecuali hidupku / yang kembali pelan-pelan / menyebut namamu / dalam sujud yang sunyi. //

Read More »

Segelas Teh Tanpa Gula (Bagian 7)

// Cermin itu bukan kaca, / melainkan halaman kitab / yang menampung jejak doa / yang tak sempat selesai / kubaca saat demam / memeluk tubuh seperti kekasih yang murka. //

Read More »
Scroll to Top