Baltazar Oka Reskir: Dari Pertanyaan Mengapa Menjadi Penari, Jati Diri hingga Tubuh sebagai Aset

ka, sapaan akrabnya, lahir dan tumbuh sebagai orang kota -yang sangat punya kompleksitas dan percampuran budaya masyarakatnya. Tempat ia tumbuh, adalah kehidupan yang bercampur antara Betawi, Arab, Cina dan Jawa, yaitu Tangerang. Tentu tempatnya tumbuh dari segi modernitas jauh lebih cepat dari daerah yang lain. Namun, modernitas itu tak langsung menjadikan keluarga besarnya bisa langsung memahami dan menerima, termasuk orang tuanya, “Kenapa menjadi penari?”

Read More »

Sri Cicik Handayani dan Energi Dalam Menari

Penari yang berasal dari Madura ini telah melahirkan beberapa karya sejak tahun 2021. Karya Tande’, Nandhâng, dan Atandhâng adalah trilogi yang menceritakan Tayub secara utuh. Sedangkan trilogi selanjutnya Elips, Lingkar dan Néat adalah lapisan-lapisan Tande’, yang fokusnya adalah Tande’ sebagai perempuan Madura, sebagai istri dan sebagai ibu. Selanjutnya pada tanggal 4 Juni 2025, ia melakukan presentasi karya baru dengan tajuk “Tande’ dalam Rokat Pangantan” di kediamannya di Sumenep, Madura. Karyanya tersebut mengeksplorasi tradisi dan kelindan perempuan Tande’ dalam prosesi hajatan atau pernikahan.

Read More »

Wanto Tirta dan Geguritan Mencari Ruang

Dalam jagat seni, budaya, dan sastra di Banyumas, nama Wanto Tirta tidaklah asing lagi. Dari para senior hingga junior, dari akademisi, pejabat, ulama, guru, bakul sega goreng, hingga ibu saya – yang pernah diajari beliau untuk menulis puisi saat sekolah dulu.

Read More »

Titut Edi Purwanto: Seni itu Melahirkan Daya Ganggu

Mungkin yang lebih bermakna dari sekadar biografi seorang seniman adalah nilai artistik yang bercokol di baliknya, cara pandangnya terhadap kesenian, dan ide serta gagasannya. Kok ya ada, rumah dengan desain pocong, setan, dan tengkorak turut menghiasinya. Ini sangat tidak ramah masyarakat dan lingkungan serta jauh dari kata wajar dan normal.

Read More »

Maestro Rianto: Dari Lengger untuk Lengger

“Banyak orang yang suka dengan budaya leluhurnya. Baik itu musik, tari dan lain sebagainya. Termasuk Tari Lengger. Karena tari ini tidak hanya milik satu atau dua orang saja. Bahkan tidak hanya Banyumas (sampai Wonosobo). Tapi saya punya keinginan untuk mengajak kembali memaknai Lengger seperti apa yang dilakoni oleh para leluhur. Bukan Lengger yang sekedar tontonan dan pertunjukan apalagi sekedar geolan dari penari cantik.”

Read More »

Saya Menyampaikan Rasa Bukan Sekedar Suara

Menurut Tata Maulizar yang mengutip buku berjudul “The Art of Voice Acting” karya James R. Alburger, voice over (VO) adalah teknik penyampaian pesan menggunakan suara tanpa menampilkan wajah atau tubuh pengisi suara di dalam media visual.

Read More »
Scroll to Top