Merangkum Sepuluh Hari ‘Selametan’ Lebaran Literasi dan Rilisnya “Teh Hijau” Sebagai Hadiah (Part I)

Sambil menunggu kepastian reservasi pijat, rasanya rebahan di pagi ini tidak rela aku lewatkan jika hanya dihabiskan dengan flashback kejadian sepuluh hari kemarin (dan sepuluh hari kemarinnya lagi). Sepertinya tidak ada salahnya jika flashback tersebut aku tulis juga, katakanlah ini upaya pengarsipan (versi lite, ya?). Semoga tulisan ini juga diterima sebagai bagian dari usahaku mengapresiasi para volunteer yang menyukseskan lebaran literasi sepuluh hari lalu.

Read More »

Sumur Ajaib

Cerita ini saya dengar dari orang tua saya. Bukan cerita dongeng, bukan cerita yang dikarang-karang, ini cerita nyata yang sampai sekarang masih bisa kamu buktikan sendiri kalau datang ke Desa Sokanegara, Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga.

Read More »

Jihad Menuntut Ilmu: Menepis Jarak, Memeluk Takdir

Kita hidup di dunia yang penuh dengan ujian, lantas apakah setiap ujian kita bisa menerimanya dengan ikhlas dan tulus? Jujur, awal–awal menghadapi ujian itu rasanya susah banget untuk mengikhlaskannya. Manusiawi kalau ingin semua kemauan kita berjalan sesuai harapan.

Read More »

Merapi

Beberapa hari yang lalu, tepatnya di hari Minggu, saat matahari mulai tergelincir di ufuk barat, aku mengunjungi Gunung Merapi. Sudah lama ia tidak meletus, aku takut ia kenapa-kenapa, mungkin ada banyak hal yang ingin ia ceritakan, tapi tidak ada yang mau mendengarkan. Aku takut, jikalau ia terlalu banyak diam, suatu saat akan terjadi letusan yang maha dahsyat.

Read More »

Sebelum Tersaji Seporsi Mie Ayam Aveus Har

Kedatangan Aveus Har ke Purwokerto bukanlah untuk wisata sebagaimana orang pada umumnya, melainkan untuk keperluan mengisi kelas Inkubasi Penulis Banyumas 2026 yang diadakan oleh BIL Fest. Program Inkubasi Penulis Banyumas itu sendiri merupakan bagian dari rangkaian event literasi tahunan yang diadakan oleh BIL Fest. Nantinya event ini akan digelar sepuluh hari sepuluh malam, mulai dari 11-20 Juni 2026 di Hetero Space Banyumas.

Read More »

Penantian Panjang: Menunggu Teduhnya Untaian Mutiara Gus Baha

Selamat pagi, siang, sore, dan malam semuanya. Izinkan saya berbagi cerita tentang penantian panjang untuk mendengarkan untaian mutiara Gus Baha. Alhamdulillah. Pada awal Mei 2026 lalu, saya berdua (dengan adik saya) sowan ke area komplek pesantren LP3IA. Tidak ada tujuan gede sebenarnya. Cuman ingin main-main, menikmati vibes Narukan, melihat lingkungan sekitar ndalem LP3IA, sekaligus membaca hawa pesantren milik Gus Baha yang selama ini baru beberapa kali saya kunjungi. Perjalanan itu, kami memang biasa saja, tapi entah kenapa rasa di hati saya berbeda. Ada riang yang cukup angel untuk dijelaskan. Barangkali

Read More »

Surat untuk Perempuan yang Belum Pernah Aku Sapa dengan Suara

Perlahan aku hanyut dalam bacaan. Sesekali aku menulis kalimat-kalimat indah sabda Pak Sapardi dan merangkumnya ke dalam buku catatan harianku. Hingga aku teringat satu hal, sebuah ganjalan yang barangkali akan selesai dan damai ketika ekspresi itu bisa kuungkapkan setidaknya di dalam tulisan pendek atau panjang. 

Read More »

Wisnu Suryaning Adji di Hadapan Secangkir Kopi

Jumat 24 April 2026 menjadi perjumpaan pertama saya dengan penulis buku “Rahasia Salinem”, Wisnu Suryaning Adji. Setelah menjemputnya di Stasiun Purwokerto, kami bertolak menuju rumah ibunya yang memang asli Purwokerto. Mas Wisnu sendiri bukanlah kelahiran Purwokerto, akan tetapi dia sedikit banyak menghabiskan waktu liburan sekolahnya sewaktu kecil di Purwokerto. Tepatnya di Jl. Kalibener. Beliau ke sini untuk menjadi mentor dalam acara Inkubasi Penulis Banyumas yang diadakan oleh BIL Fest pada Sabtu, 25 April 2026.

Read More »

Dunia yang Aku Ciptakan di Kepala

Sekarang, aku telah 30 tahun menjadi seorang penulis cerita; banyak diterbitkan, memenangi lomba, mendapat anugerah Cerpen Terbaik Kompas 2023. Namun, perjalanan panjang ini sesungguhnya bermula ketika aku kanak-kanak dan menyukai membaca cerita itu. Ketika cerita-cerita yang aku baca membuat imajinasi hidup dalam kepalaku.

Read More »

Syawal 1447 H: Dari Lebaran hingga Al-Baqoroh Farm

Kali ini saya hendak bercerita perihal pengalaman lebaran yang mungkin agak laen. Umumnya, orang-orang setelah berlebaran dan bersilaturahmi lantas plesir ke sebuah tempat wisata yang memang benar-benar untuk berwisata. Tapi kali ini, selepas drama silaturahmi selesai, justru saya berwisata ke sebuah peternakan sapi. Alih-alih wisata ke pantai, justru kandang sapi yang jadi tempat rekreasi.

Read More »
Scroll to Top