Mahasiswa Baru: Kemana Kalian Melangkah?

Pertama masuk perkuliahan dengan suasana kampus yang pastinya terasa asing, dan yang paling membingungkan adalah deretan poster pendaftaran organisasi di setiap media. Dari pagi hingga sore, kakak-kakak senior dengan penuh semangat menawarkan brosur, membujuk, bahkan “mengancam” secara halus agar Anda bergabung. “Nanti adek rugi loh, kalau enggak ikut organisasi abang,” kata senior luknut itu. “Ini wadah pengembangan diri, dek!”

Read More »

Menjadi Berdaya dari Hal Sederhana

Pemberdayaan masyarakat sering kali terdengar seperti istilah besar penuh harapan, terlihat mulia, dan seolah membutuhkan langkah-langkah besar untuk mewujudkannya. Banyak orang membayangkan pemberdayaan sebagai program bantuan berskala besar, dana yang melimpah, atau intervensi dari pihak luar yang datang membawa solusi.

Read More »

Benarkah LGBT Boleh Melangsungkan Pernikahan Atas Dasar HAM?

Akhir-akhir ini mulai marak bermunculan trend-trend yang digaungi oleh generasi muda bangsa, salah satunya yaitu budaya LGBT. Budaya LGBT mulai terang terangan dipublikasikan oleh anak-anak muda di tempat umum seperti warkop, cafee dan lainnya. Tentunya perilaku yang di luar adat dan fitrah manusia ini menjadi pusat perhatian dan perbincangan umum.

Read More »

Sisi Gelap Demam K-Pop: Catatan Kritis untuk Anak Muda Banyumas

Hari ini, gelombang K-Pop (Hallyu) tidak lagi sekadar mampir di layar gawai, melainkan telah mengakar kuat dalam gaya hidup remaja di berbagai daerah. Di Banyumas, tepatnya di Purwokerto kita dengan mudah menemui fenomena tersebut. Mulai dari acara Noraebang (karaoke bersama) yang memadati kafe-kafe lokal, pusat perbelanjaan hingga fasilitas umum.

Read More »

Pseudo-esei ini Tentang Apa?

Potongan wawancara pada pos tersebut menarik memori saya ke beberapa tahun yang lalu. Saat itu saya sedang keranjingan bermain Pokemon GO. Iya, saya tahu seharusnya Pokémon GO. Saat menuliskan segala sesuatu, satu hal yang kurang menyenangkan adalah membayangkan nazi bahasa seperti Anda sebagai salah satu orang yang akan membaca tulisan saya.

Read More »

Membedah Kampus Negeri Buka Kuota Jalur Mandiri dan Nasib Kampus Swasta

Ketika bangku kuliah di perguruan tinggi negeri tidak lagi diisi berdasarkan kapasistas akademik melainkan kemampuan finansial, maka saat itulah keadilan akses pendidikan sedang dipertanyakan. Masalah penerimaan mahasiswa baru di Indonesia seolah menjadi lingkaran persoalaan yang terus berulang setiap tahun tanpa ada jalan keluar yang jelas. Kampus negeri (PTN) masih menjadi incaran utama yang dikejar mati-matian oleh lulusan sekolah menengah, sementara kampus swasta (PTS) makin hari makin terjepit dalam persaingan. Masalah utamanya bersumber pada aturan Jalur Mandiri PTN yang kuotanya diberikan porsi sangat besar oleh pemerintah. Berdasarkan Pasal 8 Permendikbudristek Nomor

Read More »

Membaca Tidak Harus Berhenti pada Menikmati

Ketika saya mendengar kalimat itu langsung dari teman, saya bertanya mengapa novel yang waktu itu ramai dibicarakan terasa kurang menggigit buat saya. Tak setakat sekali dua kali. Kalimat itu sering kali bermunculan tiap kali ada orang yang mencoba mengajukan pertanyaan tentang suatu karya, entah itu mempertanyakan juri lomba sastra, mengkritik novel yang populer, atau mencoba membedah mengapa suatu karya dapat dianggap baik. Responnya pasti selalu sama, semacam sarkasme atau apa pun itu, “jangan serius-serius, kan cuman novel.”

Read More »

Sampah Plastik dan Masa Depan Indonesia: Siapa yang Sebenarnya Bertanggung Jawab?

Aktivitas rumah tangga menjadi penyumbang terbesar timbulan sampah di Indonesia. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang dipublikasikan oleh GoodStats (2025), sektor rumah tangga menyumbang 56,7% dari total sampah nasional, sedangkan sektor pasar berada di posisi berikutnya dengan kontribusi sebesar 13,7%.

Read More »

Memilih antara Mengajar atau Menyembuhkan: Dilema Menentukan Arah Pengabdian

Setiap generasi mudah dihadapkan pada pertanyaaan mendasar: di mana saya akan mengabdikan diri? pertanyaan ini bukan sekadar pilihan karier, melainkan cerminan nilai-nilai yang dipegang dan visi yang ingin diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat. Di antara sekian banyak profesi mulia, dua bidang secara konsisten muncul sebagai pilihan yang paling sering diperdebatkan, yakni dunia pendidikan dan dunia kesehatan. Guru dan dokter, pengajar dan penyembuh, keduanya merupakan pilar peradaban yang tidak dapat dipisahkan dari keberlangsungan kehidupan manusia.

Read More »

Panduan Memulai Orchidelirium bagi Pemula yang Terlalu Banyak Berpikir

Memulai hobi baru seharusnya mudah. Anda tinggal pergi ke toko hobi (buku, game, mainan, atau tanaman), menunjuk barang yang disukai, dan pulang dengan riang. Namun, jika Anda adalah tipe pemula yang kebanyakan berpikir, memulai hobi anggrek bisa menjadi sebuah operasi intelijen. Anda akan bangun, tidur, dan terbangun lagi dengan memikirkan sebuah rencana, cara mengeksekusinya, serta parameter-parameter yang kira-kira akan memengaruhinya.

Read More »
Scroll to Top