Kambing Hitam itu Bernama Minat Baca

Membaca adalah sebuah kemewahan, terutama bagi mereka yang negaranya tidak mampu memfasilitasi kegiatan tersebut. Jika menjadikan warga miskin informasi adalah tujuannya, maka dalam hal ini negara sudah berhasil menunaikan misinya. Dalam kasus seperti ini, minat baca sering tampil sebagai kambing hitam atas segala persoalan terkait aktivitas membaca.

Read More »

Membungkam Imajinasi Sosial “Jadi Gus”

Guyonan santai tadi jika saya cermati ternyata menggiring pada cara pandang yang cukup serius. Pasalnya, di balik kalimat “jadi gus” muncul imajinasi sosial secara spontan bahwa pernikahan adalah jalan pintas memperoleh status yang lebih tinggi. Seakan-akan ada “tangga sosial” yang bisa dinaiki melalui relasi pernikahan, terutama ketika pasangan berasal dari keluarga kiai yang memiliki otoritas simbolik di lingkungan pesantren.

Read More »

Paradoks Ketegasan: Mengapa Pemimpin Perempuan yang Tegas Justru Dilabeli “Bossy”?

Bayangkan sebuah ruang rapat. Seorang manajer laki-laki memimpin jalannya diskusi dengan suara lantang, memberikan instruksi langsung, dan bernegosiasi dengan sangat agresif. Ia kemungkinan besar akan dipuji sebagai sosok yang berwibawa, kompeten, dan pantas memimpin. Namun, bayangkan jika seorang manajer perempuan menunjukkan perilaku asertif yang sama persis. Alih-alih dipuji, ia kerap kali mendapatkan label negatif: bossy (suka mengatur), terlalu emosional, kasar, atau dianggap sulit diajak bekerja sama.

Read More »

Seputar LWAPS

Seusai membaca Mozaik Kanon edisi ini tentu saja hati saya bungah, itu pasti. Saya sudah sangat berterima kasih ada yang mau menghabiskan waktunya untuk membaca karya saya. Karya saya dimuat, diulas pula. Tentu saya gembira. Man lam yasykurin-naasa lam yasykurillaah!

Read More »

Pendidikan dan Fakultas Kebahagiaan

Kalau ada pertanyaan tentang apa yang dicari dalam kehidupan, maka hampir kebanyakan menjawab secara general tentang kebahagiaan. Bahagia tentu dalam perspektif yang berbeda-beda, ada yang diturunkan menjadi makna jabatan atau posisi, kekayaan dan aset yang melimpah, kehormatan, dan hampir jarang yang berbicara tentang kesehatan, tentu dalam diksi sehat jasmani dan rohani, lebih-lebih sehat mentalnya.

Read More »

Tentang “Nilai Seni”

Yang terjadi dalam perdebatan tentang seni kita hari ini sesungguhnya bukan sekadar kegelisahan atas harga, melainkan kegelisahan atas batas. Kita merasa perlu membedakan dengan tegas mana nilai yang lahir dari pasar dan mana nilai yang lahir dari wacana. Kita cenderung menempatkan yang pertama sebagai gejala ekonomi, yang kedua sebagai sebagai gejala kebudayaan.

Read More »

Organisasi Instruksi dan Bayang-bayang Feodalisme

Dari pengalaman saya bergabung dalam berbagai organisasi, saya tidak hanya menjalankan peran sebagai pelaku organisasi saja, tetapi juga mengamati bagaimana masing‑masing organisasi berfungsi. Setiap organisasi punya karakter, nilai, dan cara pengelolaan sendiri terutama di Indonesia yang dipenuhi beragam organisasi, dari keagamaan hingga sosial.

Read More »

Event Budaya, Konser Besar, dan Cara Kita Menilai Dampak

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak daerah aktif menyelenggarakan event budaya berskala besar. Di saat yang sama, konser musik dari band atau musisi besar juga rutin menghadirkan ribuan penonton, bahkan dari luar kota. Keduanya sama sama menciptakan keramaian dan menggerakkan aktivitas ekonomi dalam waktu singkat.

Read More »

Di Bawah Cahaya Obor: Tradisi Menyambut Kemenangan di Desa Klahang, Sokaraja

Tidak hanya takbir yang berkumandang, biasanya ditambah dengan bumbu–bumbu perayaan lainnya untuk menyambut bulan syawal tersebut, masing–masing daerah mempunyai cara atau budaya-nya tersendiri untuk melakukan perayaan hari kemenangan itu. Contohnya seperti di daerah saya, Desa Klahang melakukan perayaan malam 1 Syawal dengan  diramaikan pawai obor serta tabuh kembang api yang ikut meramaikan langit tepatnya pada 20 Maret 2026 malam harinya.

Read More »
Scroll to Top