Perahu Kertas dan Puisi Lainnya

Jalan Lain

Berkali-kali aku jatuh di tanah yang sama
Merangkak bangkit dengan lutut berdarah
Tetap berjalan dengan kaki yang tertatih
Demi sebuah mimpi yang tak pasti

Pintu demi pintu tertutup di hadapanku
Tak ada lagi harapan
Tak ada lagi keyakinan
Yang tersisa hanya luka atas kekecewaan

Belum
Belum saatnya untuk berhenti
Masih ada jalan lain yang belum kucoba
Masih ada pintu lain yang belum kubuka

Kucoba bentangkan peta baru
Dengan rute yang tak pernah kubayangkan
Meski hati masih merindukan yang dulu
Kaki ini melangkah pada jalur yang baru

Hari ini aku masih berjalan
Dengan luka yang mulai mengering
Dengan langkah yang kembali yakin
Lebih dekat dengan takdir yang indah.

***

Lima Tahun

Lama sudah kita berjalan bersama
Ini perjalanan yang tak mudah namun indah
Melalui suka duka dengan tangan saling menggenggam
Ada masa senang, ada pula air mata

Tahun demi tahun kita belajar saling memahami
Ada pertengkaran kecil yang justru menguatkan
Ungkapan rindu yang tak pernah berkurang
Nan rasa yang tak pernah berubah

***

Seperti Saat Bertemu

Seiring waktu berlalu, hati ini tetap sama
Erat terjalin rasa yang tak pernah pudar
Perasaan yang tak kunjung padam
Entah mengapa setiap namamu terdengar
Rindu yang menggema hadir dalam dada
Tak ada kata bosan yang terucap
Indah terasa di relung jiwa

Saat kau datang menebus rindu
Ada keajaiban di setiap tatapan mata
Ada debaran yang selalu hadir tanpa diminta
Tiap detiknya akan selalu penuh makna

Bahagia sederhana yang mengalir tenang
Engkau menjadi rumah untukku pulang
Rasa yang mengakar dalam dan kuat
Terus bertumbuh tak lekang oleh waktu
Erat dalam pelukan, hangat dalam bisikan
Momen yang masih terasa di setiap pertemuan
Utuh selamanya, seperti saat bertemu

***

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top