Pada Pelukan Tuhan dan Puisi Lainnya

Fana

Kita lahir dari rahim alam
dan di situ pula kita ‘kan bersemayam
hidup hanyalah tempat bermalam
sebelum segalanya luruh dan terpendam

Banyumas, 25 Januari 2026

***

Rindu Paling Afdal

Kurapal lagi mantra surga yang kekal
meringkuk mengiba akui segala bebal
di atas sajadah beraroma sesal
kunikmati rindu paling afdal
dalam pekat malam nan hening dan sakral

betapa fana tempat singgah yang penuh aral
penuh kacau kisruh juga lelaku amoral
kecamuk rindu dambakan tenang di tempat asal
tetapi, cukupkah tabungan amal
sambut hidup sesudah ajal?

Banyumas, 2024

***

Pada Pelukan Tuhan

Di hening malam,
aku rebah
memulangkan sedu sedan
menuju pangkuan Tuhan;
yang tenteram
dan tidak menghakimi

Dia mendengarkan
gemuruh di dada
meredakannya penuh sayang;
mengobati yang meradang;
memberkahiku tenang

Pada pelukan Tuhan,
aku
berpulang

Banyumas, 2024

***

Hatiku yang Kau Peluk dengan Kalam-Mu

Hatiku adalah lorong kusam tempat kata-kata hilir mudik mengeja sabda. Abjad-abjad beterbangan seperti burung yang kelimpungan mencari tempat bernaung. Ceruknya penuh titik koma yang sesak berserak, menanti tinta membawanya ke haribaan kitab makna.

Hatiku kelu mencerna suratan yang berliku, laksana musafir yang gamam menerka jalan di persimpangan. Sementara di tangannya, peta menjelma goresan-goresan ganjil yang sukar dibaca, memaksa hati tunduk dan berpasrah dalam hening di antah berantah.

dan di antara keheningan panjang itu, Kau peluk aku dengan kalam-Mu.

Kalam-Mu adalah mimbar suci tempat kata-kata menafsirkan kebimbangannya, menjelma desir yang menuntun abjad-abjad liar menemukan rumahnya. Kalam-Mu selaku ruang rehat di antara hela napas yang tersendat, membawa titik koma menempatkan diri sebagai jeda yang semestinya.

Kalam-Mu menjadi peta yang memandu musafir meniti lintasan takdir, melenyapkan carut-marut yang menghalangi perjalanan ke hilir. Seumpama daya yang mengisi ceruk hatiku dengan penuh, menguatkan langkah menuju-Mu sebagai tempat berlabuh.

Banyumas, 24 Januari 2026

***

1 komentar untuk “Pada Pelukan Tuhan dan Puisi Lainnya”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top