
Lembaran Awal
Nurani terbuka luas
Membentangkan suka cita dunia
Jiwa dipeluk hembusan nafas
Membasuhi atma dan daksa
Dihadapkan jiwa pada sang surya
Hangat sinar disentuh bumi
Menyapa jendela kaca
Menembus segala cipta yang ada
Buku terbaring di sana
Menunggangi meja kayu
Rapi laksana burung terbang berbaris
Buku terdiam tanpa suara
Selebaran demi selebaran dibuka
Langkah kini maju
Meraih hasta menoreh pena
2026 baswara ditulis semu
Awal tahun
Hari awal
S’moga terang, s’moga menang
Harapnya
***
Pergi Abadi
Ranjang kukuh sang saksi bisu
Terduduk menunggu
Menggenggam erat rasa lalu
Meratapi ingin kalbu
Termangu aku diambang lara
Atma daksa lunglai
Hembusan hidup ilahi
Sungai di mata dari menara
Mata air mendengkur
Nafas ditarik erat
Sebutir demi butir
Arwah di ujung kekekalan
Kau akankah abadi?
Menembus suci nabastala
Alam baka kau berpergi
Risak tangis teriris-iris
***
Singgah Lembayung
Oranye dilukis awan
Berkilau tenggelamkan riuh
Timbul kelabu menawan
Baskara terlelap luluh
Desir angin sampaikan salam
Pada sang penanti malam
Ditarik lembayung tersanjung
Entah di mana ujung
Matahari mengucap selamat tinggal
Menutup pintu mata dunia
Oranye matang, mempesona
Gemerlap tiada tara
Lembayung oh lembayung
Tak lama kau singgah
Lama kau ubah
Bagai mekar wijayakusuma
***
Elok Nusantara
Kicauan memecah sunyi
Merdu dari sana, kagum dari sini
kulihat hamparan karpet hijau maknawi
Luas terbentang gagah sang negeri
Perlahan hutan membuka mata
Harum puspa bangsa menarik daksa
Sang lambang murni depan mata
Tenggelam aku dalam kesuciannya
Desir angin alihkan pandangan
Nirmala, kirana, memesona
Kelopaknya melambai-lambai ke arahku
Wahai sang puspa pesona, engkau menyejukkan kalbu
Sadar menjaga
Menjaga nusantara
Kala tangan ini berkata terdampar anila
Menuntun jalan keluar gelap gulita
Hutan bernafas lega
Tanggung jawab kalian, katanya
Kutemukan kata damai di sini
Dekap singgah tenteram menggunting lara
***
Wulan Az Zahra seorang pelajar asal Banyumas, Jawa Tengah, yang saat ini duduk di kelas 12 SMA. Perjalanan saya di dunia menulis dimulai sejak bangku SMP, diawali dengan kecintaan saya terhadap puisi hingga menerbitkan buku antologi puisi berjudul “Waktu Telah Berlalu.” Meskipun demikian, saya juga menikmati berbagai bentuk karya tulis lainnya. Beberapa kali saya mengikuti lomba kepenulisan. Bagi saya, menulis adalah cara untuk menciptakan dunia ajaib yang mampu menginspirasi orang lain. Ikuti saya di Instagram: @wulannraaaa.




