
Tarian Sumbang
Tuk…
Tuk…
Tuk…
Mendongak ujung cahaya malang
Luluh lantak diguncang sentak
Riuh retak tergerus pijak
Melambat menuju poros kekosongan
Lengang dalam buaian Sang Tuan
Segalanya raib dicengkram buruan
Semesta berserak,direngkuh kerakusan
Pungkas senyap makna luruh dalam ratapan
Puing malam menyetubuh dalam munajat
Terhuyung melintas ritme timpang
Hentak kaki menggapai menara terang
Merentang elok dalam gemetar sumbang
***
Kail, Jala, dan Seember Kecewa
Melebur bersama waktu
Selaras, seirama mengikuti kalbu
Bertempias rintik hujan
Dan ia kedinginan
Ia mendesis bingung, ia mencari kail, dan ia mencari jala
Hei! Kemana ia hendak pergi dengan wajah itu
Wajahnya asli kepribadiannya unjuk tiruan kepiawaian
Lentera itu kini menyala
Dipantiknya dengan angka tiga
Tubuh bergoncang menahan nafsu
Mendesis menyiasati waktu
Ia mengunyah segalanya
Teratai, batu danau, dan seember penuh kecewa
Berdiam, bersengketa dengan senja
Sakramen relung berisi secawan sungkawa
Dulu ditimang, dibedaki, dan didongengi
Kini ia bertapak pada petak sunyi
Ah! Persetan dengan anyelir kuning
Akan ia ketuk ke penjuru arteri
Bahwa ia berharap dan esok akan ia garap.
***
Tertanam, Ranum, dan Tersimpan
Suraiku beterbangan malu
Berpaling aku tak mampu
Kembali terperosok di kedalaman
Pun kembali menghirup kasat rasa romansa
Kubiarkan ia terbuka, tertanam, dan berbuah
Senyap tak berpenghuni
Lusuh tak memadai
Beratapkan pada kegigihan
Berpasak pada ketabahan
Kubiarkan ia berlari, bersorak, dan melenggang
Ranum tak tergenggam
Memerah menguning kelam
Diramu oleh kebebasan
Dipupuk oleh angan-angan
Kini kubiarkan ia tersimpan rapi di dalam ruang jiwa-jiwa.
***
Denting
Deret angka rapi mengelilingi
Elok menanti detik demi detik bergulir
Nan tak sabar untuk menghinggapi
Terasa membuncah menyelubungi sanubari
Ini waktunya insan berjumpa melepas rindu
Namun tak kunjung jua ia menepi
Gundah gulana menyusupi jiwa ini, harinya kembali ke musim semi
***
Widya Nuraini A.S., lahir di Banyumas pada bulan Januari 2005. Ia biasa dipanggil Aini. Saat ini sedang menempuh pendidikan Sastra Indonesia, di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman. Aini memiliki minat yang kuat di bidang menulis puisi, debat, dan public speaking. Saat ini ia juga tergabung dalam TEDxUnsoed 2025 sebagai wadah untuk mengembangkan kapasitasnya dalam dunia komunikasi dan gagasan kreatif. Dengan semangat literasi dan ketertarikan pada penguatan narasi, Aini terus mengasah kemampuan diri baik di ranah akademik maupun nonakademik. Bisa disapa melalui Instagram @@wiyaaini.




