
Saksi Bisu 30 September
Tragedi kejam nan berdarah
Nyawa para pahlawan
Yang gugur dengan sia-sia
Mati di lubang tak berguna
Menjadi sejarah kelam Indonesia
Yang tak ada di sejarah Nusantara
Diculik ditembak disiksa sampai mati
Hingga meninggalkan jejak darah
7 pahlawan yang berjuang
Memberantas ketidakadilan
Dan kekejaman tak manusiawi
Sampai titik darah penghabisan
Goncangan kekejaman
Menjadi malam ricuh riuh
Menolak kemanusiaan
Demi dalih kekuasaan negara
Pembantaian sadis terjadi dalam satu malam
Membantai pahlawan hingga mati
Menggali lubang bumi Indonesia
Menjadi jejak kelam Indonesia
Pekuncen, 30 September 2024
Saudara Negeri Batu Kapur
Mereka tak bersalah
Nyawa terbuang dengan sia-sia
Tak memikirkan bagaimana bertahan
Di atas guncanngan negara tiada henti
Tak ada rasa belas kasih
Hantaman kecaman bertubi-tubi
Kesengsaraan sudah menjadi cambuk berapi
Kekejaman serta kebebasan terkunci mati
Hembusan napas mereka adalah
Harapan satu yang tersisa
Senyuman manis tipis
Meleburkan ratapan yang membeku
Sakit, tangis, berkumpul jadi satu
Rintihan menemani getaran negara
Angin debu reruntuhan
Dan jejak kepedihan yang tertinggal
Tuk saudara di sana, 2025
Tuturan Rakyat
Indonesia saat ini merenung
Merenungi kegelapan yang terjadi
Entah apa yang dilakukan tuk mengatasi
Indonesia dan gerakan kegelapan
Kesengsaraan rakyat di balik suksesnya pejabat
Tikus-tikus kantor
Memakan semua hak hingga tertindas
Tertekan, terdampar, rakyat hilang tanpa kabar
Jeritan pingiran kota
Menampakkan derita rakyat negara
Ulah tikus kantor yang bengis
Meninggalkan jejak penuh tangis
Di mana-mana keadilan digencarkan
Pemuda-pemudi merntih haus akan harapan
Para pemegang penuh ambisi menduduki kekuasaan
Tapi mereka lupa pahlawan yang tlah memperjuangkan
Asa negeri seribu pulau hilang
Dimakan oleh pemegang kekuasaan
Bibir manis mengucap janji kebahagiaan
Tertawa hebat di atas penderitaan rakyat
Ooo Indonesiaku
Relung pahlawan merasakan kepedihan
Kekayaan Indonesia hilang sirna
Harapan mana yang kau pegang
Sang pemegang kekuasaan
Ooo Indonesiaku
Merah putih berharap Indonesia kembali
Dengan harapan rakyat yang ditepati
Suara Rakyat, 14 April 2025
Cesa Riaputri. Berasal dari Desa Banjaranyar, Kec. Pekuncen Kab. Banyumas Ia adalah seorang pelajar yang sedang duduk di bangku kelas 12 MA. Ia sangat menyukai dunia sastra terutama puisi, karena puisi mampu menjadi sarana berimajinasi dan berekspresi sesuai kata hati. Bisa disapa melalui Ig: @cesa.riaputri




