Mozaik Pekanan: Budaya Kita

Menjadi sebuah sunatullah, masyarakat yang lahir, tumbuh dan mendiami di suatu tempat akan secara kolektif membentuk kebudayaan yang dijalani. Baik itu hal baru atau yang telah turun temurun. Begitu juga masyarakat di nusantara. Dalam waktu-waktu tertentu, ada kebudayaan yang tercipta yang terpengaruh oleh agama dan kepercayaan yang diyakini. 

Read More »

Mozaik Kanon: Aphantasia, Catatan Rihlah Batiniah, dan Tubuh Sebagai Kitab

Ketiga karya tersebut menemani teman-teman dalam melangsungkan event besar yakni lebaran Idul Fitri (bagi yang menjalankannya). Sebuah kenikmatan tersendiri bagi kami, untuk bisa menghadirkan teman sekalipun berupa teks atau tulisan. Sepotong nikmat yang mungkin seumpama seorang kakek yang tersenyum selepas menyalurkan amplop – bertuliskan “Selamat Idul Fitri” dan bergambar Upin-Ipin – kepada cucu-cucunya.

Read More »

Mozaik Pekanan: Ziarah Batin

Menjelang lebaran 1447 H atau 2026 M, situs bilfest.id terus berupaya menayangkan tulisan dari para kontributor/penulis tanpa jeda. Kami siapkan sebaik-baiknya untuk menemani para pembaca dari jarak jauh.

Read More »

Mozaik Kanon: Surat Peringatan untuk Negara, Sekeranjang Harapan, dan Segelas Kerinduan

Ada sepotong cerpen “Surat Kecil untuk Mama” karya dari M. Ridho, kemudian sehimpun puisi “Doa Pendosa dan Puisi Lainnya” buah kreasi dari Mochammad Syu’aib, dan satu karya berikutnya adalah segelas puisi dari Abdul Wachid BS yang berjudul “Segelas Teh Tanpa Gula (Bagian 5)”. Tiga karya tersebut mulai terbit bersinar di bilfest.id pada 14 & 15 Maret 2026.

Read More »

Mozaik Pekanan: Notulen Zaman

Kata Sabrang kira-kira begini, “tanda orang yang belajar dan siap menerima ilmu itu memiliki formulasi pertanyaan. Sehingga dia punya wadah untuk menerima ilmu itu”.

Read More »

Mozaik Pekanan: Bangsa Altruisme

Seperti biasa, tim redaksi berusaha mencari payung besar untuk menaungi tulisan yang tayang, khususnya dari hari Senin sampai Jum’at, 2-5 Maret 2026. Namun alih-alih menemukannya, kami teringat kembali, bahwa tulisan yang tayang merupakan jari-jari yang saling menyokong, ada yang berperan jadi kain antiairnya, ada pula yang jadi gagangnya. Lalu membentuk dirinya sendiri. Kemudian “megar payung” dan bisa dinikmati pembaca.

Read More »

Mozaik Kanon: Kesederhanaan Cinta dan Ruang Spiritual

Pada kesempatan kali ini, Mozaik Kanon akan mengulas makcumplik (sedikit) terkait tulisan yang terbit pada tanggal 21-22 Februari 2026. Tulisan tersebut berupa cerpen karya Dyan Uki Widyatmaja berjudul “Yans dan Yannay: Obrolan Senja di Pinggir Sungai” dan tulisan bermodel puisi karya Abdul Wachid BS berjudul “Segelas Teh Tanpa Gula (Bagian 3)”.

Read More »
Scroll to Top