Sri Cicik Handayani dan Energi Dalam Menari

Penari yang berasal dari Madura ini telah melahirkan beberapa karya sejak tahun 2021. Karya Tande’, Nandhâng, dan Atandhâng adalah trilogi yang menceritakan Tayub secara utuh. Sedangkan trilogi selanjutnya Elips, Lingkar dan Néat adalah lapisan-lapisan Tande’, yang fokusnya adalah Tande’ sebagai perempuan Madura, sebagai istri dan sebagai ibu. Selanjutnya pada tanggal 4 Juni 2025, ia melakukan presentasi karya baru dengan tajuk “Tande’ dalam Rokat Pangantan” di kediamannya di Sumenep, Madura. Karyanya tersebut mengeksplorasi tradisi dan kelindan perempuan Tande’ dalam prosesi hajatan atau pernikahan.

Read More »

Mozaik Kanon: Cinta dalam Tiga Kacamata

Ada kesamaan dari ketiga tulisan di atas. Tentu perbedaan juga ada. Salah satu kesamaan ketiga tulisan di atas adalah kesamaan dari segi topik yang disampaikan, yakni soal cinta. Tentu banyak juga topik-topik lain yang sama dalam ketiga tulisan tersebut. Akan tetapi topik seputar cinta, umumnya selalu gurih untuk dibicarakan. Seumpama bumbu dalam masakan, cinta menghadirkan gurih dalam kehidupan. 

Read More »

Mozaik Kanon: Duka-Suka dan Doa

Selamat siang teman-teman bilfest.id yang baik hati dan yang diam-diam mengaguminya tapi malu malu mengungkapkannya. Untuk yang barusan tadi hanya berlaku bagi yang sedang mengalaminya. Bagi yang tidak, cukuplah di siang bolong begini, berkawan dengan es teh dan sepiring gorengan anget. Uh… Nikmat mana lagi yang kau dustakan?

Read More »

Mozaik Pekanan: Eksistensi Ala Pelampung Suar

Halo pembaca bilfest.id, tidak terasa Mozaik Pekanan hadir kembali untuk menemanimu di akhir pekan. Semoga tulisan-tulisan yang telah tayang pekan ini, bisa menemanimu menjalani hari, termasuk Mozaik Pekanan dan Mozaik Kanon. Mozaik Pekanan kali ini adalah catatan dari redaksi untuk tulisan yang tayang dari tanggal 13-16 April 2026.

Read More »

Mozaik Kanon: Perihal Luka, Kesadaran, dan Kepulangan

Jumpa lagi kita dalam Mozaik Kanon: rubrik asik-asik untuk mengulik tipis-tipis tulisan fiksi yang tampil pada Sabtu dan Minggu di laman bilfest.id. Kali ini kita bertemu cerpen “Kesenjangan” yang ditulis oleh Bayu Prakoso, lantas puisi “Pada Pelukan Tuhan dan Puisi Lainnya” yang disemai oleh Aflakha, serta puisi “Segelas Teh Tanpa Gula (Bagian 10)” yang diracik oleh Abdul Wachid BS. Ketiga fiksi tersebut, bagai perahu yang berlayar di sungai bilfest.id sejak 11 & 12 April 2026.

Read More »

Mozaik Pekanan: Label dari Publik

Seperti seorang bayi yang baru lahir, setiap tulisan yang tayang di bilfest.id akan kami rayakan. Meskipun dengan perayaan kecil-kecilan, dalam sebuah rubrik Mozaik (Pekanan dan Kanon). Perayaan dalam Mozaik Pekanan ini, tim redaksi mengucapkan terima kasih kepada pembaca bilfest.id. Ucapan terima kasih juga kepada para penulis yang tayang sejak hari Senin sampai Jum’at, tanggal 6-10 April 2026. Melalui rubrik Mozaik Pekanan inilah, tulisan-tulisan yang tayang itu akan kita rayakan bersama.

Read More »

Mozaik Kanon: Ingatan, Wejangan, dan Senyuman

Salam bahagia untuk teman-teman bilfest.id yang budiman. Sekuntum syukur senantiasa kita hirup agar semangat tak mudah redup. Dalam mozaik kanon kali ini, kita dipertemukan dengan cerpen dari Luthfiana Izzaturrohmah yang berjudul “Satu Hari di Caridea”, kemudian puisi-puisi dari penyair Yogyakarta, Maria Utami yang terbingkis dalam “Pesta di Rumah Duka dan Puisi Lainnya”, serta segelas puisi sajian Abdul Wachid BS yang dapat diseruput dalam “Segelas Teh Tanpa Gula (Bagian 9)”.

Read More »

Mozaik Pekanan: Membedah

Selamat menikmati akhir pekan para pembaca bilfest.id. Berjumpa kembali dengan Mozaik Pekanan. Sebuah mozaik yang merespon tulisan yang tayang di bilfest.id dari hari Senin sampai dengan Jum’at. Mozaki Pekanan kali ini merespon terhadap esai dari Cahyo Aji Saputro, resensi dari Devon Richard Hafids Fadhillah Purba, esai dari Guntur Awal, esai dari Bayu Aji Prayoga dan esai dari Ahmad Dahri.

Read More »

Mozaik Kanon: Usaha Dikenang, Mengenang, dan Segelas Kenangan

Salam sejahtera untuk teman-teman bilfest.id yang budiman dan yang tabah membaca denyut kehidupan dalam sebuah tulisan. Dalam mozaik kanon kali ini, kita berjumpa dengan selembar cerpen dari Setyo W. Nugroho yang berjudul “Lung Wening Asmaraningrat Pangruwating Sunya”, kemudian sekuntum puisi dari penyair Sumenep-Madura, Farhan Sagara yang terhimpun dalam “Sebuah Bunga dan Puisi Lainnya”, dan segelas puisi racikan Abdul Wachid BS yang dapat dinikmati dalam “Segelas Teh Tanpa Gula (Bagian 8)”. Ketiga karya tersebut terbit di bilfest.id pada 28 dan 29 Maret 2026.

Read More »
Scroll to Top