
Pekan Literasi Masyarakat Banyumas: dari Human Library sampai Ngobrol Hati ke Hati
Salah satu kegiatan unik yang dihadirkan adalah Human Library atau perpustakaan manusia.

Salah satu kegiatan unik yang dihadirkan adalah Human Library atau perpustakaan manusia.

Konsep saya bikin usaha bengkel adalah si mekanik tidak harus bekerja di tempat saya selamanya. Saya didik mereka untuk mandiri. Saya kasih tahu manajemen dan teknisnya.

Hawa terik menyeruak saat kami sampai ke Cindaga. Siang itu tujuan utama perjalanan kami adalah ke sebuah bengkel mobil. Kami ingin bertemu dengan pemiliknya.

Ada lima hal yang langsung terasa begitu masuk, membuat suasana servis kendaraan jadi lebih nyaman sekaligus meyakinkan.

Kita sering mendengar banyak orang bisa memulai usaha dengan semangat, bahkan berinovasi dengan ide-ide cemerlang. Tetapi, setelah itu, tak sedikit yang goyah, berhenti di tengah jalan, atau gagal menjaga apa yang sudah dibangun. Di sinilah “Rawat” menjadi pembeda.

Rasa-rasanya sangat menarik mengulas kedua sosok ini. Kedua sosok kawakan yang sudah terbang tinggi di bidangnya, tanpa melupakan dari mana ia berasal. Mungkin hal ini bisa digambarkan semacam kacang yang tidak lupa kulitya.

Melalui Webcast Series pertama itu Recoqnito -yang berisikan para jurnalis senior seperti Rike Amru dan Ariyo Ardi- menghadirkan pakar yang tepat untuk memberikan sudut pandang lain tentang hadirnya AI, yaitu Ismail Fahmi founder Drone Emprit.

Mungkin yang lebih bermakna dari sekadar biografi seorang seniman adalah nilai artistik yang bercokol di baliknya, cara pandangnya terhadap kesenian, dan ide serta gagasannya. Kok ya ada, rumah dengan desain pocong, setan, dan tengkorak turut menghiasinya. Ini sangat tidak ramah masyarakat dan lingkungan serta jauh dari kata wajar dan normal.

“Banyak orang yang suka dengan budaya leluhurnya. Baik itu musik, tari dan lain sebagainya. Termasuk Tari Lengger. Karena tari ini tidak hanya milik satu atau dua orang saja. Bahkan tidak hanya Banyumas (sampai Wonosobo). Tapi saya punya keinginan untuk mengajak kembali memaknai Lengger seperti apa yang dilakoni oleh para leluhur. Bukan Lengger yang sekedar tontonan dan pertunjukan apalagi sekedar geolan dari penari cantik.”

Karena setiap pameran karya seni rupa, memiliki model tersendiri dalam membawa karyanya ke ruang publik. Dan permodelan seperti apapun ruang yang dipilih, bukanlah untuk bahan perdebatan. Karena akan ada perbedaan cara para pegiat seni melakukan aktivasi terhadap karyanya.