Generasi Baru Peranakan di Tengah Perkawinan Lintas Etnis

Menjadi Peranakan, sejak awal, sebenarnya sudah merupakan bentuk akulturasi. Ia lahir dari perjumpaan panjang antara budaya Tionghoa dengan Nusantara. Bahasa yang digunakan bukan Mandarin murni, melainkan campuran, makanan bukan sepenuhnya Tiongkok, melainkan hasil adaptasi lokal, bahkan cara berbusana dan arsitektur rumah mencerminkan pertemuan dua budaya.

Read More »

Bahasa Isyarat Indonesia: Nyawa Literasi bagi Komunitas Tuli

Jika Braille adalah nyawa literasi bagi komunitas Buta, maka bagi komunitas Tuli, Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) adalah nyawa yang memungkinkan pengetahuan berdenyut. Tanpa BISINDO sebagai bahasa yang diakui, dipelajari, dan digunakan secara sah dalam pendidikan dan industri literasi, akses terhadap makna akan selalu timpang.

Read More »

Burisrawa Gandrung, Cinta Buta: Sebuah Ketulusan atau Kebodohan?

Ngomongin soal cinta, kadang menyenangkan kadang hanya menjadi bualan semata, ini konteksnya tergantung siapa yang sedang menceritakan sebuah makna perjalanan cintanya. Sebab dengan banyaknya teori tentang cinta dari para pakar, apalagi seorang influencer belum tentu menjadi obat dan mulusnya sebuah cinta seseorang.

Read More »

Pahatan Karya Seni Tuhan

Kita itu pahatan karya seni Tuhan. Kita diciptakan juga untuk berkarya. Tanpa karya, dunia ini hampa. Ketika dirimu sedang dirundung kehancuran, coba tutupi dengan serpihan-serpihan tawa walau tak kasat mata.

Read More »

Mayoran di Kalangan Pesantren: Tradisi Penguat Kebersamaan

Mayoran, istilah yang dikenal oleh masyarakat Jawa khususnya di dunia pesantren. Istilah ini sering dipakai untuk memberikan sinyal bagi santri bahwa waktu makan telah tiba. Mayoran  sering dijumpai pada acara-acara besar pesantren seperti pengajian, selapanan, maulidan dan berbagai kegiatan pesantren lainnya.

Read More »
Scroll to Top