Ketika War On Drugs Menjadi Omong Kosong

Dalam kerangka teori negara, ini adalah pengkhianatan terhadap kontrak sosial yang menjadi dasar legitimasi negara. John Locke berargumen bahwa negara lahir dari kesepakatan di mana warga menyerahkan sebagian kebebasan mereka demi perlindungan dari otoritas bersama. Namun, ketika aparat negara yang seharusnya menjadi pelindung justru menjadi ancaman, maka kontrak itu telah dibatalkan. 

Read More »

Tuhan Tidak Menandatangani Slip Gaji: Menyulap Ketimpangan Menjadi Takdir

Di ruang-ruang tunggu puskesmas, di sela-sela obrolan warung kopi, di pinggiran trotoar, hingga di kolom komentar media social, sebuah seloroh ironis sering kali keluar dari atas mimbar: “Kita harus sabar, itu takdir Allah, besok akan diganti di akhirat”. Pasti muncul pertanyaan besar di benak kita, “Apakah memang sabar adalah jalan keluar?” “Lalu jika kita tidak mendapatkan hak yang semestinya kita miliki, bagaimana?”

Read More »

Pungli: Warisan Budaya?

Fenomena “jatah preman” atau pungutan liar (pungli) merupakan suatu fenomena sosial yang menyimpang namun sudah membudaya. Disebut membudaya karena di beberapa praktik, pungli sudah berjalan hingga beberapa generasi yang akhirnya menjadi sesuatu yang lumrah; bahkan seseorang dianggap tidak sopan ketika tidak membayar pungutan liar tersebut.

Read More »

Bahtera Kalam di Tradisi Estetik Nazam

Kitab-kitab agama sebagai bagian tradisi tulis para ulama di Indonesia adalah bahtera yang menampung muatan sejarah literasi para ulama mengembangkan produk ilmiah untuk menyampaikan keterjalinan teologi dengan peradaban pembentuk adab dan kebudayaan masyarakat.

Read More »

Tasawuf dan Kebudayaan: Ruang Sunyi Muhammadiyah yang Perlu Dirayakan

Pertanyaan saya belum tentu baru. Tetapi dari titik itu, saya mulai menelusuri dan merenung ulang tentang hubungan Muhammadiyah dan tasawuf, serta bagaimana wilayah kebudayaan turut menjadi ruang sunyi yang sering terlupakan namun sesungguhnya sangat hidup dalam denyut Muhammadiyah—baik secara historis maupun kultural.

Read More »

Kurupati Lena: Sebuah Kewaspadaan yang Dipungkiri

Mahabarata dalam episode Baratayudha menjadi cerita yang hampir klimaks, persinggungan antar faksi dan kelompok yang ada dalam masing-masing koalisi (koalisi Kurawa dan Koalisi Wirata/Pandawa) menarik untuk dibedah. Dilihat dari pola pengelolaan, konflik yang muncul dan manajemen resiko dalam situasi yang genting.

Read More »

Estetika Puisi Naratif: Lintas Lirik, Balada, dan Jalan Kreatif

Di tengah gempuran puisi eksperimental dan fragmentaris, puisi naratif justru memberi ruang bagi struktur dan keutuhan makna, tanpa mengorbankan kedalaman ekspresi. Ia bukan sekadar prosa yang dipuisikan, melainkan puisi yang bercerita dengan ritme, imaji, dan metafora. Bentuk ini memungkinkan penyair membangun dunia puisi yang bersifat personal sekaligus kontekstual; sebuah lintasan antara bisikan batin dan percakapan sosial.

Read More »

Fondasi Gonjang, Pendidikan Ganjing, Negara pun Gonjang-Ganjing (Part II)

Kebuntuan intelektual di ruang-ruang akademik makin diperparah oleh desain kurikulum yang secara sengaja dirancang terlampau sarat dengan beban administrasi dan hafalan teori belaka. Sepanjang kurun waktu pelaksanaan kebijakan baru pada tahun 2025 dan 2026, arah pendidikan dipaksa tunduk pada birokratisasi pengetahuan yang sangat kaku, preskriptif, dan mekanis.

Read More »
Scroll to Top