Pahatan Karya Seni Tuhan

Hidup itu seperti tebak-tebakkan. Kita ngga tahu besok bakal seperti apa jalannya. Tapi kita selalu berpikir bahwa hari esok akan lebih seru dibanding hari ini. Sebagai manusia kita pasti merasa kadang hancur, kadang semangat, kadang putus asa, bingung aja arahnya kemana. Tapi, di suatu sisi ruang batin, ada yang menyapa dengan kasih, untuk selalu menguatkan diri. 

Kita itu pahatan karya seni Tuhan. Kita diciptakan juga untuk berkarya. Tanpa karya, dunia ini hampa. Ketika dirimu sedang dirundung kehancuran, coba tutupi dengan serpihan-serpihan tawa walau tak kasat mata. Aku tahu itu ngga mudah. Tapi Tuhan menciptakan seni untuk kita bisa menyuarakan emosi. Emosi yang berlantun menjadi diksi, marah yang menyapa menjadi senja, tawa yang menyamar menjadi nada, atau sedih yang tergambar dengan puisi pedih.

Itu semua adalah cara Tuhan untuk menyuarakan perasaan kita di dalam sunyi. Kita hanya punya diri yang senantiasa dipaksa mampu untuk berdiri, walau rasanya raga telah retak sebelah. 

Aku pahami perlahan, bahwa ternyata patah kemarin bukan benar-benar patah, sedihmu juga hanya hitungan waktu. Ketika diingat kembali kamu hanya retak, yang bisa kita perban dan obati pelan-pelan. Kamu masih bernafas, masih bebas untuk terbang di dunia ini kemanapun yang kamu impikan.

Kaya halnya tanah liat, mereka adalah tanah sederhana yang tergeletak di tebing-tebing jauh dari pemukiman warga. Mereka sebuah tanah yang bisa hancur, bisa retak. Namun manusia selalu punya cara untuk menjadikan tanah liat memiliki nilai harga. Tanah liat jika retak akan diolesi air kemudian menyatu lagi, untuk lebih menguatkannya tanah liat juga akan dibakar.

Sama seperti manusia, perlu dibuat hancur, diobati, dicoba lagi, bukan maksud Tuhan jahat, namun ini cara Tuhan memberikan nilai harga pada dirimu agar kamu bisa menghargai dirimu sendiri. Semua ciptaannya memiliki nilai harga, jika kamu tidak bisa menghargai sesama maka berarti kamu juga tidak menghargai karya seni Tuhan.

Hidup memang banyak celah untuk patah, namun hidup juga banyak serpihan untuk tertawa. Secercah harapan akan selalu terpancar jika kamu percaya bahwa semua telah diatur oleh Sang pencipta. Bayangin saja, manusia juga dari tanah, dan akan kembali ke tanah. Namun, dunia adalah tempat permainan para tanah untuk mencari nilai harga yang telah diskenario oleh Sang Pencipta. Aku hanya ingin berkata bahwa temani dirimu, sayangi dirimu, dan hargai dirimu. Bagaimanapun dirimu adalah karya seni Tuhan. Kamu tidak berhak berkata jelek pada diri sendiri, karena dirimu saja tidak bisa menciptakan manusia. Dan yang menciptakamu adalah Tuhan maka hargai jangan kamu sakiti. Sadar akan hal yang di luar kendali dan percaya bahwa ini semua adalah narasi Tuhan untuk diri ini. 

Begitu banyak hal besar yang bisa dilakukan selain mendapati luka dari sesama. Tanggung jawab hidup ditanggung oleh dirimu sendiri. Kamu tidak bisa menyalahkan siapapun atas hidupmu. Goreslah sepucuk tinta pada Buwana, abadikan kisah di Bumantara. Jadikan itu semua sebagai karya. 

Entah kenapa, aku sangat setuju jika dunia tanpa karya itu hampa. Sesederhana dunia tanpa musik pasti sunyi, tanpa puisi pasti sepi, tanpa tulisan-tulisan pasti enggan untuk mengungkapkan perasaan. Itulah seni, memberi sambutan untuk menyinari dengan segala diksi dan imaji yang tersaji.

Aku percaya kamu ngga akan patah untuk selamanya, ada Tuhan yang selalu punya cara untuk kamu kembali pulih, seperti tanah liat jika retak, manusia akan selalu punya cara untuk memperbaikinya. Entah sampai kapan kita ada di dunia hingga Tuhan memanggil dengan kasih untuk kembali pulang. Sebelum pulang izinkan diri untuk menuliskan imaji yang abadi, izinkan diri melantunkan nada yang bersuara, izinkan diri untuk melukis galeri dengan kuas, izinkan diri untuk terus berkarya seni. 

Bukan karena lahir di keluarga seni,aku sangat berpihak pada seni. Namun melihat banyaknya Tuhan dengan segala ciptaannya juga berarti Tuhan telah memberikan contoh untuk mencipta yang berarti juga berkarya.

Dalam ruang berkarya kita bebas menjadi siapa saja, tidak takut salah, tidak takut dihakimi, tidak takut dinilai, karena sejatinya karya seni tidak pernah ada patokan nilainya. Semua karya seni memiliki keistimewaan yang berbeda-beda dari lainnya. 

Percaya bahwa kamu juga seperti karya seni, memiliki nilai-nilai istimewa yang telah Tuhan ciptakan. Kamu ngga akan mungkin membandingkan Candi Borobudur dengan Candi Prambanan, mereka sama-sama candi dan karya seni. Namun mereka juga memiliki cerita dan keistimewaannya masing-masing. Jadi kamu juga tidak boleh insecure atas apa yang ada pada dirimu. Kamu juga manusia yang memiliki cerita yang membentuk dirimu hingga menjadi seperti sekarang. Ngga ada alasan untuk kamu terus menyalahi dirimu karena kamu gagal, kamu jelek, kamu stuck, kamu ngga berprestasi, bukan seperti itu cara hidup. Tuhan tidak menciptakan kamu untuk insecure. Karena Tuhan memberikan keistimewaan yang berbeda-beda untuk setiap karya seniNya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top