“Bismillah. . .” dari Kang Nasirun di Bisik Serayu Festival 2026

“Saya jadi merinding nih kalau nyeritain beliaunya,” ujar Kang Lawe. Sehari sebelum Bisik Serayu Festival ke tiga, saya sempat berbincang dengan Kang Lawe Samagraha. Ia seniman musik tradisional dari Banten. Sore itu, di Pendopo Gayatri, Rianto Dance Studio (RDS) kami berbincang. Seperti tahun lalu, ia yang menggawangi set artistiknya. Beberapa helai bambu di depannya dipersiapkan untuk membuat replika besar bunga Wijayakusuma. Di belakang kami, ada lukisan Lengger. Lukisan itu dibuat oleh Alm. Nasirun saat live painting di Bisik Serayu Festival 2025. Di bawahnya, ada sepincuk mendoan yang sudah dingin. “Sebenarnya

Read More »

Wanto Tirta dan Geguritan Mencari Ruang

Dalam jagat seni, budaya, dan sastra di Banyumas, nama Wanto Tirta tidaklah asing lagi. Dari para senior hingga junior, dari akademisi, pejabat, ulama, guru, bakul sega goreng, hingga ibu saya – yang pernah diajari beliau untuk menulis puisi saat sekolah dulu.

Read More »

Menjadikan Publik Sebagai Guru

Saya pulang dengan hati tenang. Tersenyum karena dada jadi lebih lapang. Dan akhirnya tetap menjalani kewajiban, tanpa perlu banyak bertanya. Dan menjalaninya dimana saja, meskipun tidak ada siapa-siapa.

Read More »
Scroll to Top