Merasa Nyaman dengan Diri Sendiri

Bagaimanapun aku, aku adalah aku. Maka cintailah aku dengan penuh dan utuh. Perlakukanlah aku dengan sebaik yang aku mampu, beruntung dan bersyukurlah untuk merayakanku, karena yang sepetiku tidak ada sepuluh.

Sebuah pesan untuk diri sendiri sebagai pengingat bahwa diri ini juga harus selalu dirayakan. Bahwa kita tidak perlu mempertanyakan layak atau tidak dicintai, tidak perlu meragukan pantas atau tidak disayangi, tidak perlu bingung bahwa kehadiran kita itu berarti. Berterima kasihlah pada diri sendiri karena sudah selalu mengupayakan apapun sendirian, berterima kasihlah karena sudah mau memperjuangkan diri sendiri dengan kejujuran, berterima kasihlah kepada diri ini karena sudah mau diajak berkelana kemana saja.

Diri kita bukan mereka sehingga harus dibanding-bandingkan: parasnya, prestasinya, pencapaiannya. Kadang tanpa sadar kita jahat kepada diri sendiri dengan banyak cara sederhana yang dinormalisasikan. Membandingkan diri sendiri dengan orang lain juga adalah bentuk meragukan, menyudutkan dan menghakimi diri sendiri. “Memangnya kenapa kalo kita belum sehebat mereka?” Lagi pula kehebatan seseorang itu relatif dan tidak ada tolak ukurnya, pencapaian seseorang itu berbeda-beda orientasinya. Cukup untuk kita belum tentu cukup untuk mereka pun sebaliknya, jadi rasa syukur itu ada pada batas bukan pada keberlimpahan sesuatu yang tidak berbatas tidak akan sampai pada rasa puas.

Begitupun dengan diri sendiri bentuk penerimaan diri paling tulus dan lapang adalah dengan merasa cukup pada apa saja yang ada dalam diri kita. Tidak merasa terintimidasi dengan apa yang orang lain capai. Tidak menginginkan apa yang bukan menjadi milik kita adalah penerimaaan. Kadang bentuk penerimaan paling nyata adalah dengan merelakannya. Hal itu berlaku ketika kita mau menerima diri sendiri dengan apa adanya. Karena membandingkan diri dengan orang lain sama halnya kita merasa tidak nyaman dengan diri sendiri, dan orang yang tidak merasa nyaman dengan dirinya adalah orang yang tidak mampu fokus pada diri sendiri. Artinya masih ada hal lain yang membuatnya terdistraksi pada tujuan sehingga membuat rasa overthinking dan insecure berlebihan yang membuat potensi dalam diri tidak terlihat karena terus meragukan dan tidak mau berkembang karena terus merasa kurang. 

Lagipula hidup ini bukan persaingan sehingga kita tidak perlu merasa tersaingi, hidup ini hanya perkara berjalan atau berlari di lintasannya masing-masing, ada yang berjalan dengan pelan ada juga yang berlari itu hanya tentang bagaimana cara untuk sampai pada tujuan. Bayangkan jika kita tidak nyaman dan fokus pada sendiri dan malah membandingkan dan terdistraksi pada apa yang orang lain lakukan? Bagaimana kita akan sampai pada tujuan dengan rasa tenang dan senang? Yang ada hati kita dipenuhi rasa iri dan persaingan yang membuat apapun yang kita lakukan tidak mencapai pada suatu kelegaan dan kebahagiaan. Karena percayalah merasa nyaman dengan diri sendiri adalah hal terbaik yang bisa kita rasakan.

Ini bukan tentang merasa cukup berarti membatasi diri kita untuk terus berkembang, justru tahap awal yang harus kita lakukan untuk berkembang adalah mengenal diri sendiri dengan baik. Nah, pendekatan dengan diri sendiri bisa kita lakukan hanya kalau kita merasa nyaman dengan diri ini. Maksudnya nyaman di sini berarti kita memahami diri kita dengan sebaik-baiknya, kita peduli dengan apa yang diri kita butuhkan, kita tahu apa potensi yang harus kita kembangkan. 

Cara untuk mengetahuinya adalah melakukan pendekatan dengan nyaman kepada diri sendiri sehingga akan terbangun komunikasi intrapersonal yang baik dalam diri, membangun pemahaman diri sendiri harus dilakukan dengan cara yang diri kamu sukai dan nyaman melakukannya. Seperti menonton bioskop sendiri, makan mie ayam sendiri, jogging sendiri, motoran tanpa tujuan sendirian dan banyak pendekatan lainnya yang  bisa dilakukan hanya kamu dan dirimu sendiri.

Ingat ya, memberikan kenyamanan itu bukan hanya untuk orang lain saja tapi lebih dulu dari itu berikan kenyamanan pada diri sendiri dulu baru orang lain dengan begitu kamu akan bisa memperlakukan orang lain dengan baik juga. Sayangi diri kamu sendiri dulu baru orang lain, cintai diri sendiri dulu baru beri cinta kepada orang lain. Dengan begitu hubungan yang kamu jalin dengan siapapun akan lebih sehat. Baik dan menyenangkan karena kamu sudah cukup memberi yang terbaik pada dirimu hingga tidak berharap apapun kepada siapapun dengan begitu potensi untuk kecewa, sedih dan sakit hati yang akan kamu rasakan jadi berkurang karena rasanya akan menyenangkan jika kamu tidak berharap pada siapapun. Akan melegakan jika kamu tahu cara membuat nyaman dan menyenangkan diri sendiri tanpa campur tangan orang lain.

Kesendirian dan kesepian itu jelas dua hal yang berbeda, kesendirian adalah bentuk kemandirian dan merdeka atas diri sendiri artinya kita hidup dan melakukan apapun atas kehendak kita sendiri tidak ada campur tangan siapapun. Kita punya kendali penuh atas hidup kita sendiri. Melakukan sesuatu yang kita suka dan tidak melakukannya, tidak ada paksaan dan hiduplah dengan semau maunya. Bukankah bisa hidup sepert itu sangat menyenangkan? Tidak dikendalikan tapi diri sendiri yang punya kendali.

Sedangkan kesepian itu kita dalam keadaan sendiri dan membutuhkan orang lain agar tidak merasa sepi, kita tidak menghendaki sendiri dan membutuhkan orang lain. Situasi yang sama tapi tergantung kondisi batin. Kita bisa merasa kesepian atau merasa tenang dan bebas dalam kesendirian. Kedamaian batin bisa kita rasakan jika rasa nyaman dan penerimaan itu ada. Sayangnya ketenangan batin  yang bisa dirasakan saat kesendirian ini tidak semua orang bisa merasakannya. Tidak semua orang bisa me-romantisasi kesendirian. Jadi beruntunglah untuk kita yang bisa hidup dengan semau-maunya, yang bisa menikmati kesendirian dengan penuh kebahagiaan, tanpa beban tanpa tekanan dan tanpa penyesalan.

Jadilah perempuan penuh pengalaman tanpa penyesalan, lakukan apa yang bisa membuat kita punya gairah dalam menjalani hidup. Ingatlah bahwa kesepian berarti kemiskinan diri sedangkan kesendirian berarti kekayaan diri. Tidak semua orang yang dalam keadaan sendirian itu berarti kesepian,dan boleh jadi orang yang dalam sedang di keramaian itu merasa kesepian. Semoga kita selalu terjaga dari prasangka  terlihat memprihatinkan saat sedang sendirian padahal boleh jadi kita sedang me time dan sendiri adalah cara kita menikmati hidup. Sendirian membuat hati damai, pikiran tentram dan batin tenang. 

Panjang umur kesendirian dan enyahlah kesepian, maka sendiri dan sepi itu lagi lagi hanya soal cara berpikir dan cara memaknainya mau seperti apa, mulai sekarang ubah cara berpikir kita bahwa sendiri itu bukan hal yang harus dikasihani, bukan sesuatu yang harus dipertanyakan “kenapa tidak cari pacar?” Lagi pula kenapa harus dicari kalau memang mau sendiri? Apakah punya pacar atau pasangan itu keharusan? Sementara kesendirian itu berarti kemalangan? Untung hidupku sudah merdeka dari prasangka orang lain, aku punya kendali penuh atas diriku dan siapapun tidak bisa melukai perasaanku tanpa seizinku. Termasuk kesendirian ini adalah pilihan itu berarti aku memilih untuk tidak membuatku kecewa bahkan terluka. Jadi terbebas dari harapan dan prasangka orang adalah sebuah kemerdekaan. Aku hidup dengan cara yang aku kehendaki.

Sekali lagi sendiri itu tidak rugi, banyak hal positif dan kegiatan produktif yang bisa dilakukan untuk pengembangan diri, kuncinya adalah menikmati kesendirian. Jika kamu menikmatinya maka banyak hal yang bisa kamu lakukan dengan gairah dan hasrat yang dalam, akan semakin jauh kamu berkelana, mencari dan menemukan, akan semakin banyak juga orang yang datang dan pergi, akan lebih banyak juga kamu melihat dari kacamata yang berbeda, mendengar dari perspektif  yang tidak sama. Batinmu akan kaya dengan makna, kebijaksanaan dan pengetahuan.

Dan bagaimana cara mengubah kesepian menjadi kesendirian? Adalah dengan penerimaan, menerima diri dan nyaman atas dirimu yang sekarang sambil terus melakukan banyak hal liar yang membawamu pada rasa penasaran yang buatmu berani melakukan banyak hal yang bahkan sebelumnya kamu ragu untuk mencobanya. Kesendirian memberimu ruang untuk lebih banyak bertemu dan mengenal orang yang akan membuatmu beruntung dan bersyukur mengenalnya.

Kesendirian memberikanmu keberanian untuk berjalan lebih jauh dan membuka diri sehingga kamu bisa berkenalan dengan dirimu lebih baik dari sebelumnya. Panjang umur orang yang menikmati kesendiriannya dan sedang berjuang melawan sepi. Karena hal terbaik yang bisa kita rasakan adalah merasakan nyaman dengan diri sendiri, merasa tenang dalam kesendirian dan berteman dengan kesepian.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top