
Wahai Penguasa, Dengarkan Suara Literasi dari Desa!
Wahai para penguasa, kami mengetuk pintumu. Mari bersama-sama memajukan bangsa ini untuk kebahagiaan anak cucu. Bukan sekedar hadir dan bawa uang. Tapi hadir membawa harapan dan kepastian.

Wahai para penguasa, kami mengetuk pintumu. Mari bersama-sama memajukan bangsa ini untuk kebahagiaan anak cucu. Bukan sekedar hadir dan bawa uang. Tapi hadir membawa harapan dan kepastian.

Selamat menyambut hari kemerdekaan negara kita. Semoga merdeka juga para siswa dan guru (honorernya). A Luta Continua.

Ini dia, Gibran—bukan nama wapres yang selama ini diagungkan. Sementara anak-anak lain bermain game literasi dan sibuk mengobrak-abrik ornamen-ornamen dekorasi perpustakaan, Gibran cukup tenang asyik sendiri sambil mengambil beberapa buku yang menurutnya menarik.

Bagi saya, kasus sitasi serampangan dan terkendalanya kroscek ini, adalah permasalahan yang vital dan berefek fatal—sebab jika dibiarkan berlarut, apalagi sampai dinormalisasi, mahasiswa akan memegang peran tidak lebih dari sebatas agen hoaks yang kontra kerja-kerja intelektual.

“Gotong royong adalah pembeda utama antara masyarakat Indonesia dan Barat. Di Barat, ‘aku’ lebih utama. Di sini, ‘kita’ yang pertama.”— M. Nasroen, filsuf Indonesia Setiap Agustus datang, jalan-jalan kampung mendadak ramai. Cat tembok diperbaharui. Bendera merah putih dikibarkan serempak. Gapura dicat ulang. Anak-anak lomba makan kerupuk, ibu-ibu menyiapkan hadiah, bapak-bapak kerja bakti. Seolah ada denyut gotong royong yang kembali hidup, meski hanya sesaat. Tapi, usai upacara 17-an, suasana kembali seperti sedia kala. Tiang bendera diturunkan, cat-cat kembali pudar, dan gotong royong menghilang seperti tamu undangan yang pulang terlalu cepat. Apa

Bila ingin memahami Banyumas secara utuh, bacalah Tohari dan duduklah di tengah malam bersama para pelaku adat Banokeling—di antara dupa, kesunyian, dan doa yang menyatu dengan tanah. Di sanalah Jawa tidak menjadi slogan, tapi jiwa.

Dalam pandangan Islam, bumi bukan sekadar ruang hidup, melainkan amanah yang mesti dijaga dengan kesadaran sebagai khalifah Allah di muka bumi. Alam semesta adalah ayat-ayat kauniyah yang tak henti mengingatkan manusia akan kebesaran Sang Pencipta. Maka, menjaga lingkungan hidup sejatinya bukan hanya kerja teknis, tetapi bagian dari ibadah dan wujud konkret dari ketaatan. Islam mengajarkan bahwa alam diciptakan bukan semata untuk dieksploitasi, melainkan sebagai ladang amal dan ruang refleksi keimanan. Alam adalah panggung tempat manusia mengabdi, mengelola, dan memakmurkan bumi dengan tanggung jawab yang besar. Allah mengingatkan bahwa alam bukan

Beruntungnya aku berkesempatan datang dan berinteraksi dengan masyarakat Tambaknegara, karena aku menemukan masyarakat yang mewujudkan praktik dari mata pelajaran PKn dan IPS semasa aku SD dulu.

Sudah dengar tentang Festival Literasi Jawa Tengah 2025? Kalau belum, tenang saja—saya akan kasih bocoran menarik soal gelaran ini. Tertulis tanggal 19 Juni 2025 surat dikirimkan dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah, kepada dinas terkait untuk mengadakan Festival Literasi Jawa Tengah berkolaborasi dengan komunitas yuk menulis. Persiapan yang saya rasa cukup dan tidak mepet, tapi kejadian di lapangan malah mepet banget, dikira seperti tuku mendoan selesai pesan langsung jadi. Bukti paling nyata terlihat di Banyumas hingga 30 Juli 2025, belum ada satu pun unggahan soal festival ini dari

Ketika cerita hidayah jadi bahan mencari rupiah