
Sudah dengar tentang Festival Literasi Jawa Tengah 2025? Kalau belum, tenang saja—saya akan kasih bocoran menarik soal gelaran ini.
Tertulis tanggal 19 Juni 2025 surat dikirimkan dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah, kepada dinas terkait untuk mengadakan Festival Literasi Jawa Tengah berkolaborasi dengan komunitas yuk menulis.
Persiapan yang saya rasa cukup dan tidak mepet, tapi kejadian di lapangan malah mepet banget, dikira seperti tuku mendoan selesai pesan langsung jadi.
Bukti paling nyata terlihat di Banyumas hingga 30 Juli 2025, belum ada satu pun unggahan soal festival ini dari Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah, tapi untunglah daerah lain meskipun sekali lagi sangat mepet, bahkan ada yang sampai typo menulis festival jadi festifal di akun IG Dinas Arsip dan Perpustakaan Kab Cilacap contohnya. Marilah kita berprasangka baik kejadian tersebut bukan karena disengaja, bahkan meskipun ada yang berkomentar tentang typo, postingan tidak segera di take down dan direvisi, entah untuk menampilkan kebebalan atau sebuah formula edukasi baru untuk mengajak masyarakat membaca.

Info sudah diposting di Cilacap berarti penanda informasi ini sudah sampai ujung selatan Jawa Tengah, mari kita tengok akun IG Dinas Arsip dan Perpustakaan Semarang yang secara jarak pastilah sangat dekat dengan provinsi dibanding kabupaten lain, tetapi saya malah kaget kenapa informasi yang penting di sebarkan saat hari penutupan pengumpulan naskah, kenapa?.
Jawabannya malah muncul dari arah barat, Dinas Arpus Kab. Tegal ternyata sudah lebih dulu mengumumkan kalau deadline diperpanjang. Kalo melihat pola seperti ini jadi lucu. Sekelas Festival Literasi Jawa Tengah dan diadakan oleh pemerintah dengan kewenangan, SDM yang mumpuni dan bahkan mungkin akses dana yang lebih mudah malah merusak ekspektasi tentang kerennya sebuah festival.
Semoga lomba menulis puisi di Festival Literasi Jawa Tengah hanya bagian kecil dari event. Karena saya sebagai penggiat literasi di Jawa Tengah akan miris sekali kalo ternyata tidak ada event besar yang merepresentasikan Festival Literasi Jawa Tengah, saya akan kecewa!
Penulis dan penggerak literasi dari Banyumas. Ia aktif menginisiasi forum baca dan diskusi sastra. Karya-karyanya mencerminkan kepedulian sosial dan lingkungan. Melalui puisi dan esai, ia menjadikan literasi sebagai ruang perjumpaan, pembebasan, dan pemberdayaan masyarakat secara inklusif.




