Distrik K dari Masa ke Masa

Tahun 1995 di Wilayah Tundra yang sedang terobsesi restorasi besar, pemimpinnya Tuan Mamot memulai agresi terliarnya. Salah satu distrik di wilayahnya, sebut saja Distrik K, di mana pemimpinnya adalah penetapan pusat bukan putra daerah, bernama Bajul mulai dititahkan tentang program. Distrik K adalah kawasan gambut yang dianggap sebagai lahan tidur, Tuan Mamot meminta persetujuan Bajul agar dikembangkan program lumbung pangan.

Read More »

Demam Sukuisme Digital: Bom Waktu di Panggung Virtual

Di ruang digital Indonesia, sebuah mantra toksik menggema: “Jawa HAMA.” Jargon ini bukan sekadar lelucon kasar, melainkan gejala demam tinggi dari sukuisme digital—sebuah bentuk prasangka dan diskriminasi berbasis suku yang diproduksi, diperjualbelikan, dan diviralkan secara sistematis di media sosial.

Read More »
Scroll to Top