Demam Sukuisme Digital: Bom Waktu di Panggung Virtual

Di ruang digital Indonesia, sebuah mantra toksik menggema: “Jawa HAMA.” Jargon ini bukan sekadar lelucon kasar, melainkan gejala demam tinggi dari sukuisme digital—sebuah bentuk prasangka dan diskriminasi berbasis suku yang diproduksi, diperjualbelikan, dan diviralkan secara sistematis di media sosial.

Read More »
Scroll to Top