
Penyatuan Alam, Budaya, dan Literasi di Bhumi Bambu
Banyumas dikenal memiliki banyak peninggalan sejarah dari sisa kebudayaan hindu dan islam di Indonesia. Kabupaten Banyumas juga memiliki beberapa destinasi wisata alam yang alami dan asri.

Banyumas dikenal memiliki banyak peninggalan sejarah dari sisa kebudayaan hindu dan islam di Indonesia. Kabupaten Banyumas juga memiliki beberapa destinasi wisata alam yang alami dan asri.

Karya sastra tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sering berfungsi sebagai catatan yang menyuarakan kehidupan masyarakatnya. Pada ruang inilah sajak “Di Antara Rerumputan” karya Wanto Tirta hadir bukan sebagai rangkaian kata puitis semata.

Banyumas dikenal sebagai wilayah yang kaya akan tradisi dan kearifan lokal yang masih hidup di tengah masyarakatnya. Salah satu tradisi yang masih ada hingga kini adalah tradisi Nulak, sebuah upacara adat yang dilakukan oleh masyarakat adat Kalitanjung, Desa Tambaknegara, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas.

Dalam satu tahun ini aku menyadari bahwa dewasa adalah tentang bagaimana mengemas kesepian dengan rasa senang. Apakah dewasa itu harus selalu dihadapkan pada kehilangan? Apakah dewasa hanya tentang meninggalkan dan ditinggalkan?

Legenda kisah Putri Ayu Limbasari bukan sekedar cerita sejarah yang hadir dalam bumi eks-Karesidenan Banyumas atau yang kerap disebut Barlingmascakeb (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen), melainkan juga sebuah refleksi bagaimana hubungan manusia dengan alam.

Ada cerita rakyat dan pewayangan yang terdengar, tapi tidak ada seperangkat gamelan, tidak terlihat pula lakon wayang yang dijejerkan. Hanya ada beberapa orang dan makanan, tapi menyuguhkan seni pertunjukan yang ramai.

Bambang Ekalaya ataupun Palgunadi, seorang raja muda dari Paranggelung yang memiliki etos belajar tinggi.

Banyumas 4.0 merupakan sebuah visi strategis untuk mengintegrasikan teknologi digital ke dalam setiap aspek kehidupan masyarakat tanpa meninggalkan kearifan lokal.

Gerakan penanaman 1.113 pohon oleh Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Banyumas pada tanggal 25 Oktober 2025 menjadi tonggak penting yang merefleksikan keterpaduan antara ekologi, budaya, dan literasi di Banyumas.

Batik menjadi salah satu warisan budaya takbenda yang kaya akan nilai estetika dan filosofi. Hampir semua daerah di Indonesia memiliki produk batik dengan ciri khasnya tersendiri, termasuk Banyumas. Batik Banyumas mulanya berkembang di daerah Sokaraja.