Penyatuan Alam, Budaya, dan Literasi di Bhumi Bambu

Manusia merupakan makhluk hidup sosial yang tidak bisa hidup sendiri dan perlu berinteraksi dengan manusia lainnya untuk memperoleh apa yang mereka butuhkan agar bisa bertahan hidup. Kebutuhan yang dimaksud berupa kebutuhan primer, sekunder, dan tersier yang semuanya harus dipenuhi agar manusia sebagai makhluk hidup bisa mendapatkan kehidupan yang layak.

Manusia juga membutuhkan pekerjaan untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Dalam kehidupan sehari-hari, terutama di daerah pedesaan, banyak ditemukan manusia yang mencangkul lahan, membajak, mengairi sawah, menanam, dan lain-lain, yang merupakan salah satu contoh dari pekerjaan yang dilakukan manusia untuk mencukupi kebutuhannya, yaitu bertani. Kegiatan bertani ini merupakan sebuah aplikasi ekologi yang sudah jauh lama dilakukan oleh manusia sebelum muncul istilah ekologi tersebut.

Ekologi merupakan ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Kata ekologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu oikos dan logos. Oikos yang berarti rumah atau tempat tinggal, sedangkan logos adalah ilmu atau pengetahuan. Jadi ekologi merupakan ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara organisme atau kelompok organisme dengan lingkungannya. Sekarang lebih dikenal sebagai ilmu yang mempelajari struktur dan fungsi dari alam.

Sebagai makhluk sosial, manusia juga membutuhkan alat pemersatu masyarakat yang memungkinkan manusia untuk hidup bersama dengan rasa harmonis dari perbedaan antar sesama. Salah satu contoh alat pemersatu masyarakat adalah budaya. Budaya merupakan kebiasaan atau cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sekelompok manusia. Mencakup pola pikir, nilai, kebiasaan, bahasa, kesenian, dan sistem pengetahuan, serta diwariskan turun-temurun.

Literasi merupakan kemampuan sesorang dalam membaca, menulis, berbicara, dan memahami informasi dengan tujuan yang sesuai. Literasi berarti kemampuan dasar melek huruf, yaitu bisa membaca dan menulis. Menurut UNESCO, literasi merupakan seperangkat keterampulan nyata dalam membaca dan menulis yang diperoleh secara formal atau informal. Literasi juga mencakup kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah di kehidupan sehari-hari, pekerjaan, dan berinteraksi sosial.

Ekologi, Budaya, dan Literasi di Bhumi Bambu Baturraden

Banyumas dikenal memiliki banyak peninggalan sejarah dari sisa kebudayaan hindu dan islam di Indonesia. Kabupaten Banyumas juga memiliki beberapa destinasi wisata alam yang alami dan asri. Salah satunya seperti wisata alam Bhumi Bambu Baturraden. Biaya masuk destinasi wisata alam Bhumi Bambu Baturraden hanya sekitar Rp 25.000 saja dengan dibukanya wisata pukul 08:00 WIB hingga 10:000 WIB.

Bhumi Bambu Baturraden awalnya didirikan untuk menjadi wisata edukasi yang mengenalkan pengunjung ataupun masyarakat pada tanaman bambu yang juga menjadi bagian dari budaya lokal dan lingkungan di Banyumas. Bhumi Bambu Baturraden memiliki sekitar 90 rumpun bambu dari berbagai jenis di atas lahan seluas 5 hektar.

Bhumi Bambu menonjolkan keanekaragaman bambu lokal sekitar 39 jenis bambu yang ditanam dan dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Penggunaan bambu juga berkaitan dengan budaya lokal yang mana bambu merupakan bahan tradisional dan dijadikan alat rumah tangga zaman dulu serta diwariskan secara turun-temurun.

Berbagai macam jenis bambu tersebut dapat ditemukan di wisata alam Bhumi Bambu Baturraden dan bambu-bambu tersebut memiliki banyak kegunaan dan manfaat, termasuk meningkatkan asupan air. Environment Bamboo Foundation (EBF) melaporkan bahwa debit air meningkat setelah beberapa tahun penanaman bambu di kawasan Bhumi Bambu Baturraden tersebut.

Bambu mampu menyerap sekitar 90% air hujan, berbeda dengan pohon yang hanya mampu menyerap sekitar 35-40% air hujan. Hal ini terjadi dikarenakan bambu memiliki rimpang yang sangat kuat sehingga bambu dapat mengikat tanah dan air dengan baik dan persediaan air pada musim kemarau akan tetap melimpah dan stabil. Khususnya bagi masyarakat sekitar Baturaden, seperti Karangssalam dan Kemutug Lor.

Satu batang bambu sangat efektif untuk mencegah risiko terjadinya tanah longsor (Profesor Koichi Ueda, Universitas Kyoto). Hutan bambu dapat menyerap CO2 hingga 62 ton/ha/tahun, sedangkan pohon hanya mampu menyerap sekitar 15 ton/ha/tahun.Di wisata alam Bhumi Bambu Baturraden tidak hanya bisa belajar tentang berbagai jenis bambu dan kerajinan bambu, tapi juga bisa menjadi tempat untuk menghilangkan rasa penat dan menyegarkan pikiran karena di Bhumi Bambu juga terdapat curug (air terjun) berupa Tirto Widodari, Air Terjun Temon, Air Terjun Kracakan, dan Greenstone. Selain curug, Bhumi Bambu juga menyediakan tempat untuk nongkrong dan berkegiatan lainnya bersama teman-teman maupun keluarga, seperti Silver Roof Café, Bhumi Bambu kedai, camping ground, kolam natural, dan kolam ikan.

Bhumi Bambu Baturaden merupakan destinasi wisata alam di Banyumas yang terletak di Dusun II Karangsalam, Baturaden, Banyumas. Banyaknya jenis bambu di wisata alam Bhumi Bambu dapat dijadikan sebagai upaya pelestarian nilai-nilai kearifan lokal budaya tradisional, memperkenalkan budaya hidup lestari, menjaga warisan alam dan budaya untuk generasi mendatang, sebagai media literasi edukatif soal jenis-jenis bambu bagi pengunjung dan masyarakat, serta membantu menstabilkan ekosistem air di kawasan Banyumas. Dari wisata alam Bhumi Bambu ini dapat menggabungkan antara pengetahuan, wawasan budaya, dan edukasi literasi tentang alam.

Referensi:
Dwi Utomo, Yogi, 2023, Wisata Bhumi Bambu sebagai Penjaga Ekosistem Air di Dataran Tinggi Baturaden, Kumparan.com, https://kumparan.com/yogi-dwi-utomo/wisata-bhumi-bambu-sebagai-penjaga-ekosistem-air-di-dataran-tinggi-baturaden-20bpnwKhF32/full (diakses 22 Oktober 2025).
Aprilia Azahro, Sekar, dkk., 2025, Bhumi Bambu: Destinasi Wisata Alam Berbasis Lingkungan di Banyumas, Jurnal Industri Pariwisata, Vol.7, No.2, Universitas Jenderal Soedirman.
Mariani, dkk., 2024, Modul Ajar Pengertian, Ruang Lingkup Ekologi dan Ekosistem, Program Studi Agribisnis, Universitas Lambung Mangkurat.
Banyumas Profil Kabupaten Kota, 2020, https://perkim.id/profil-pkp/profil-kabupaten-kota/profil-perumahan-dan-kawasan-permukiman-kabupaten-banyumas/ (diakses 22 Oktober 2025).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top