Fondasi Gonjang, Pendidikan Ganjing, Negara pun Gonjang-Ganjing (Part II)

Kebuntuan intelektual di ruang-ruang akademik makin diperparah oleh desain kurikulum yang secara sengaja dirancang terlampau sarat dengan beban administrasi dan hafalan teori belaka. Sepanjang kurun waktu pelaksanaan kebijakan baru pada tahun 2025 dan 2026, arah pendidikan dipaksa tunduk pada birokratisasi pengetahuan yang sangat kaku, preskriptif, dan mekanis.

Read More »

Fondasi Gonjang, Pendidikan Ganjing, Negara pun Gonjang-Ganjing (Part I)

Dari analisis-analisis historis dan material itu, benang merah yang dapat kita tarik ialah realitas bahwa pendidikan nasional tengah dijadikan tumbal dalam arena pertarungan kepentingan kelas elite. Konsep materialisme Marx barangkali benar: perubahan paksa pada alokasi basis ekonomi melalui penyedotan APBN untuk program yang teramat sarat kepentingan populis, secara langsung mendikte dan mematikan fungsi suprastruktur pendidikan.

Read More »

Tuhan, Kucing, Kapitalisme Lahan

Ramadan tahun 2023. Seekor kucing, menyusup ke saf-saf salat para jemaah di rakaat ketiga salat Asar. Kekhusukan saya buyar. Ia mengeong, seperti mencari-cari anaknya lantaran perutnya terlihat bergelambir. Setelah salam diucapkan imam, sebuah sejadah hampir mendarat mengenai tubuh kurusnya.

Read More »

Junet, Kepakaran, Logika Kapitalisme Akhir

Saya mungkin sedikit memahami, bagaimana Ahmad Junaidi, Ph.D. (@junaydfloyd) atau yang karib kami panggil Om Junet, memiliki komitmen sedemikian besar dan tulus pada dunia pendidikan. Sekian kali saya berbincang dengannya, selama itu pula saya selalu terkesima dengan pandangan-pandangan dan rancangannya untuk mendukung tumbuh kembang dan minat anak-anak pada pendidikan—spesifiknya belajar bahasa Inggris. Suara teriakan kegirangan anak-anak mengikuti metode belajarnya, pada Sabtu sore di halaman Madrasah Ibtidaiyah Al-Ma’arif Miftahul Qulub Desa Ungga—sekolah yang dipimpin Bapak saya—menandai berlangsungnya salah satu aktivitas rutinan Jage Kestare Foundation (JKF). Lembaga itu adalah dirian Om Junet,

Read More »

Mahasiswa, Artificial Intelligence, Digitalisasi Buku

Bagi saya, kasus sitasi serampangan dan terkendalanya kroscek ini, adalah permasalahan yang vital dan berefek fatal—sebab jika dibiarkan berlarut, apalagi sampai dinormalisasi, mahasiswa akan memegang peran tidak lebih dari sebatas agen hoaks yang kontra kerja-kerja intelektual.

Read More »

Yogya, Purwokerto, Literasi di “Buku Harian” Struktural (II)

Saya ingat, saya mulai merasa menikmati hari-hari selepas tahun pertama di Purwokerto, layaknya hari-hari lepas tahun pertama pula di Yogyakarta. Dari Praya, ke Yogyakarta, angin dan kereta rupanya makin menggiring saya ke arah barat. Orang menyebut tempat ini sebagai “Kota Satria”. Alasan pekerjaan, dan alasan rumah tangga, barangkali bakal menahan saya di tempat ini hingga hayat tamat—dan kalau-kalau diizinkan oleh Tuhan, kami akan berketurunan. Apakah saya sedang bertaruh? Entahlah. Bisa iya, bisa tidak. Atau mungkin seperti kata “Bung Kecil”, Sutan Sjahrir, bahwa hidup yang tidak dipertaruhkan, tidak akan pernah dimenangkan—meskipun

Read More »
Scroll to Top