Yogya, Purwokerto, Literasi di “Buku Harian” Struktural (II)

Saya ingat, saya mulai merasa menikmati hari-hari selepas tahun pertama di Purwokerto, layaknya hari-hari lepas tahun pertama pula di Yogyakarta. Dari Praya, ke Yogyakarta, angin dan kereta rupanya makin menggiring saya ke arah barat. Orang menyebut tempat ini sebagai “Kota Satria”. Alasan pekerjaan, dan alasan rumah tangga, barangkali bakal menahan saya di tempat ini hingga hayat tamat—dan kalau-kalau diizinkan oleh Tuhan, kami akan berketurunan. Apakah saya sedang bertaruh? Entahlah. Bisa iya, bisa tidak. Atau mungkin seperti kata “Bung Kecil”, Sutan Sjahrir, bahwa hidup yang tidak dipertaruhkan, tidak akan pernah dimenangkan—meskipun

Read More »

(Hantu) Sapardi, Fiksi, Coffee at Home

Catatan ini adalah catatan bagi agenda “Prapen at Home: Prapen Puisi #3”,[1] yang dihelat oleh Coffee at Home, salah satu kafe literasi yang berbasis di Pabuwaran, Purwokerto Utara. “Prapen Puisi #3” berlangsung beberapa waktu lalu, di penghujung Juni, pada tanggal 30, pada Senin sore yang bernuansa kejingga-kejinggaan. Coffee at Home dihidupi oleh berbagai elemen pengunjung, tanpa ada pembedaan kelas, semua berhak masuk dan bergelayut dengan buku-buku di dalam sana. Di balik Coffee at Home ada Iik Hikmandari, sosok sahabat, yang juga kami anggap sebagai ibu yang setia mengemongi kami, membersamai

Read More »
Scroll to Top