
Saya tidak tahu dengan Anda. Namun bagi saya, anak-anak muda ini sungguh hebat. Mereka dengan berani naik ke tugu di Bundaran HI. Mereka memprotes krisis lingkungan akibat kebakaran hutan yang berkepanjangan. Namun ini bukan sekedar kebakaran hutan. Mereka juga memprotes keadaan di sektor-sektor kehidupan lain juga tidak kalah hancur-hancurannya.
Anak-anak muda ini adalah aktivis Greenpeace, sebuah organisasi yang sangat aktif berkampanye untuk lingkungan. Mereka mengambil segmen yang sangat spesifik dalam gerakan rakyat sipil: berkampanye.
Mereka ingin membangun sebuah kesadaran baru bahwa ada common goods, yang namanya lingkungan, yang menjadi tanggungjawab bersama. Jika kita abai dan mementingkan diri sendiri maka tidak hanya kita saja yang rugi di kemudian hari tetapi juga orang lain dan bahkan anak cucu kita.
Sesudah protes, yang dilakukan dengan sangat dramatis dan berani ini, ada 11 orang ditahan oleh Polda Metro Jaya. Namun agaknya polisi kesulitan membuat kasus kejahatan untuk mereka. Kabarnya, bahkan ada usaha untuk memakai UU Cagar Budaya untuk membuat kasus kriminal atas protes ini. Namun itu pun lemah.
Pada malam hari, 11 aktivis ini dibebaskan. Paling tidak untuk saat ini. Entah kalau nanti Prabowo marah dan memerintahkan Kapolri atau bahkan TNI untuk bertindak. Apa saja mungkin terjadi di jaman rezim gagal tapi merasa diri berhasil ini.
Selamat anak-anak muda! Kalian luar biasa! Untuk anak-anak muda yang lain, Anda tidak perlu bisa memanjat untuk berpartisipasi menyuarakan ketidakadilan dan kesuraman negeri ini. Cuku hadir saja saat kawan-kawan Anda menyerukan perlawanan itu sudah lebih dari cukup!
Made Supriatma dilahirkan di Denpasar, Bali, 1966. Meraih gelar S-1 (1991) Ilmu Politik dari Departemen Politik dan Pemerintahan, Fisipol, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, dan memperdalam ilmu politik pada Department of Government, Cornell University, Ithaca, New York, AS. Visiting research fellow ISEAS-Yusof Ishak Institute, Singapura.




