
Ramadan Sebagai Katalisator dan Penggeser Paradigma
Ramadan sering kali hadir dalam kesadaran kolektif sebagai bulan “perlombaan”. Kita terbiasa terjebak dalam statistik: berapa kali khatam Al-Qur’an, berapa rakaat tarawih yang mampu diringkas dalam waktu singkat, hingga berapa banyak agenda sosial yang terpenuhi. Fenomena ini tanpa sadar menggeser esensi ramadan dari sebuah madrasah spiritual menjadi sekadar target kuantitatif.





