
Surat untuk Gadis Mandailing II
Hei gadisku, dari rimbun rambutmu surat ini kurakit, demi merambati jernih langit Indonesia yang menyengat. Yang menguningkan lahan para petani sepanjang jalan Daendels, jalan kita nanti menghabiskan sore bersama angin aroma garam. Gadisku, melalui surat ini aku ingin memberi hangat pelukku, sehangat maaf yang akan banyak keluar dari retakan, dari banyak robekan dada.






