
Memasuki Tubuh Nusantara dalam Diri Perempuan Menggunakan Mata Stilistika
Dengan memerankan “kayu manis” sebagai dermaga, di sini penulis melakukan dua pekerjaan sekaligus, iya itu alegori dan sakralisasi. Dermaga tidak lagi dari beton dan paku. Namun dermaga dibangun dari sesuatu yang wangi, hangat, dan menyembuhkan. Dua kontras ini bertemu di baris penutup: yang derapnya lagu-lagu mantra.




