
Saat aku menyapa literasi dulu, satu tahun yang lalu di BIL Fest 2025, aku berpikir bahwa energi menulisku hanya sebuah event belaka, yang hadir pada saat periode tertentu dan setelah itu kembali, hilang. Aku mencoba menapaki perlahan, menulis satu per satu kalimat yang aku susun hingga menjadi sebuah karya yang mampu dibaca banyak orang, melahirkan opini, dan berkembang menjadi rutinitas.
Aku berhasil perlahan menaiki tangga-tangga literasi yang membuatku semakin hidup. Sampailah pada titik aku berpikir bahwa energi menulis tidak akan pernah habis, apabila selalu dipupuk dan dijaga dengan lestari. Mendapatkan kesempatan kembali menyapa literasi di BIL Fest 2026, tulisan ini aku hadirkan sebagai wujud rasa syukur atas bertahannya aku dalam dunia literasi. Melalui BIL Fest aku tumbuh dan hidup kembali.
Niatan “selamet”, menjadi tema BIL Fest tahun ini, setelah “temenan” menjadi pioner dalam BIL Fest tahun kemarin. Perjalanan yang penuh lika liku, persiapan yang lebih matang, aku yakin BIL Fest memang ditakdirkan hadir sebagai penyokong masyarakat untuk giat literasi dengan cara yang berbeda. Segala doa-doa terus berdatangan, berharap nama BIL Fest tetap ada dan akan selalu ada. Hingga hadirlah BIL Fest 2026 yang menjadi ruang bagi siapapun untuk berekspresi, mencurahkan hati, dan mengenal lebih dekat dengan pujaan hati.
BIL Fest bukan hanya sekedar acara, namun ia adalah ruang. Ruang bagi setiap orang untuk menggali literasi dalam dirinya, ruang untuk menemukan siapa dirinya, dan ruang untuk tumbuh, belajar di dalamnya. Berbagai pengalaman baru hadir, menyertai gemuruh kacaunya kondisi masa kini. Aku berpikir berliterasi jauh lebih bermanfaat, daripada sibuk berurusan dengan kebijakan yang salah memilih penerima manfaat.
Setiap hari kakiku tergerak untuk melangkah menuju panggung literasi. Mendengarkan setiap petikan-petikan kata, memahami setiap makna, dan menyelami potensi diriku yang mungkin tenggelam jauh di sana. Tak hanya itu, berjalan-jalan di semua arena BIL Fest menjadi ruang bagiku untuk belajar, bahkan di bawah pohon rimbun yang dipenuhi nyamuk ganas pun, aku belajar.
Mengikuti setiap langkah literasi di BIL Fest 2026 membuka mindset baru. Ternyata dunia literasi tidak monoton tentang membaca dan menulis, tetapi di sinilah ruang yang paling sederhana untuk belajar dan bertumbuh. Mengurai satu persatu makna buku, mengulik satu persatu pemikiran aktivis, dan memberi ruang pula untuk mengapresiasi dan kolaborasi. Dengan begitu, aku selalu membawa pulang sesuatu yang baru, menceritakan keseharianku dan berbagi pengalaman bersama rekan-rekan senasibku.
Aku tidak pernah menyesal pada setiap keputusan yang aku buat. Berkali-kali jatuh, aku bangkit untuk mengkondisikan semuanya kembali seperti semula. Aku tak pernah menyerah, meski godaan-godaan duniawi yang sempat menerka, menghalangi aku untuk bertumbuh di sini. Meski dengan sedikit mengeluh, aku mampu menghadapi semua tanggung jawabku dengan baik.
BIL Fest memberikan dampak yang tak hilang, dan semoga tak akan hilang. Karena disini aku merasakan energi literasi yang jauh lebih besar. BIL Fest tak hanya sebagai ruang belajar, namun tempat untuk melangitkan doa-doa baik yang dipanjatkan dari hati ke hati. Setiap doa yang hadir aku aminkan, setiap harapan yang dipanjatkan aku perjuangkan. Membersamai manusia-manusia hebat selama BIL Fest bukanlah beban, namun pengalaman yang bisa aku bawa pulang dan sebarluaskan.
Menyelami literasi kembali membuatku semakin membuka dunia baru. Bertemu orang baru, menambah daftar kontak bercentang biru dan menemukan kebahagiaan baru yang belum aku dapatkan di BIL Fest tahun lalu. Aku bersyukur kembali berkesempatan berada dalam keluarga BIL Fest, mengukir senyum yang sempat terjeda, melukiskan kisah melalui keluh kesah.
Doa-doa yang terus mengalir menjadi tanda bahwa BIL Fest itu ada, memberikan dampak nyata, serta menumbuhkan literasi untuk terus berkarya. Terima kasih sudah memberikan ruang, untuk bertumbuh dan membuang peluh. Semoga doa-doa untuk BIL Fest tak hanya sampai pada kata, namun juga tindakan nyata.

Isna Akhirotun Nisa, nama lengkap yang diberikan oleh kedua orang tuanya. Hobinya nyeni melalui diksi dan mencari info ngopi untuk membangunkan imajinasi serta memberikan amunisi kepada jiwa yang ditinggal pergi. Berdomisili di Purwokerto Timur, Banyumas. Bisa dihubungi melalui Ig @isnaakhirotun.




