
Saat namanya pertama kali ku dengar, menarik dan menggugah jiwa-jiwa rebahan. Awalnya tak peduli dan kurasa membosankan. Ternyata, mampu menginspirasi banyak orang dan mengejutkan. Ya, Banyumas International Literacy Festival (BIL Fest 2025). Ini adalah event literasiku yang kesekian kalinya, setelah bincang buku, pojok baca, bedah buku dan event buku lain yang sudah lama aku tutup pergerakannya. Namun, BIL Fest berhasil membangunkanku dari istirahat panjang di dunia literasi.
Sembari membuka mata perlahan, membaca dan memahami apa itu BIL Fest, aku mulai meyakinkan hatiku untuk kembali menyapa literasi. Bagiku, literasi adalah bagian dari seni. Lahir dari hati, dinikmati dengan hati dan dimaknai dengan hati pula. Literasi menjadi salah satu wadah dan ajang untuk mengeksplorasi berbagai pengetahuan baru. Bagi manusia yang serba tidak tahu seperti aku, literasi mampu mendongkrak pola pikir dan menghasilkan wawasan baru. Alangkah indahnya, jika literasi dimaknai dengan seni, apalagi ditambah alunan melodi dan hangatnya kopi, sungguh menjadi kenikmatan duniawi.
BIL Fest 2025 memberikan kesempatan bagiku untuk andil di staff ticketing. Tidak asing, namun aku belum pernah melakukannya. Aku bertemu dengan banyak orang, bertanya dan bertegur sapa. Kadang kala harus penuh effort dan energi untuk menyambut tamu-tamu agung dan pengunjung yang banyak datang tak ada ujung. Tapi, aku lakukan semuanya untuk BIL Fest yang luar biasanya tak bisa diukur dengan apapun.
Aku banyak bertemu dengan teman-teman baru. Jangan salah, tak hanya teman baru, aku juga dipertemukan kembali dengan teman-teman lamaku. Bertegur sapa, bercengkerama, sembari membagikan satu per satu tiket BIL Fest kepada pengunjung menjadi salah satu aktivitasku selama BIL Fest berlangsung. Saat bosan aku jalan-jalan, perut lapar aku makan, jam kunjung selesai aku pulang.
BIL Fest benar-benar menjadi tempat bagiku untuk bangun, menghimpun dan menyapa dengan hati tertegun. Bangun dari rebahan, menghimpun ilmu pengetahuan dan menyapa kembali literasi untuk keberhasilan masa depan. BIL Fest juga menggugahku untuk kembali “nyeni” dalam dunia tulisan dan literasi untuk mengapresiasi diri. Di sini aku banyak mendapatkan hal-hal baru yang akan kuingat sepanjang waktu. Wajah baru, ilmu baru, dan followers instagram baru. Semoga BIL Fest jaya selalu!
Terima kasih banyak kepada seluruh keluarga besar BIL Fest 2025. Karena dedikasi kalian tidak bisa di terimakasihkan dengan suatu apapun, kecuali do’a. Sampai jumpa di petualangan literasi selanjutnya!

Isna Akhirotun Nisa, nama lengkap yang diberikan oleh kedua orang tuanya. Hobinya nyeni melalui diksi dan mencari info ngopi untuk membangunkan imajinasi serta memberikan amunisi kepada jiwa yang ditinggal pergi. Berdomisili di Purwokerto Timur, Banyumas. Bisa dihubungi melalui Ig @isnaakhirotun.




