Proses Perjalanan Labib dan Nuri Menuju Lebaran Genre Se-Jawa Tengah 2026

Apresiasi Duta Genre Jawa Tengah merupakan prosesi pencarian ikon baru remaja Jawa Tengah. Pada kegiatan ini, masing-masing kabupaten dan kota di Jawa Tengah mengirimkan sepasang Duta Genre yang telah terpilih di tahun sebelumnya. Di akhir ajang ini, akan menganugerahi selempang Duta Genre Jawa Tengah 2026 pada seorang duta putra dan duta putri. Penganugerahan ini didasari pada program kerja, pengabdian, dan beberapa tes yang telah mereka lakukan. Teranugerahinya sepasang duta itu, akan mewakili Jawa Tengah pada Apresiasi Duta Genre dan Jambore Anak Nasional 2027.

Purbalingga pada tahun ini membawa Labib dan Nuri sebagai representasi remaja Purbalingga. Mereka berdua adalah Duta Genre Kabupaten Purbalingga tahun 2025. Kehadiran mereka pada ajang ini membawa rasa optimis yang tinggi. Melihat dari bagaimana mereka hidup sebagai remaja yang aktif, energik, dan penuh keceriaan. Tak pernah rasanya mereka hadir di hadapan kami dengan muka cemberut dan urak-urakan.

Pada catatan ini, saya ingin mengabadikan proses suka,duka dan teriakan yang telah mereka lakukan. Sebagai sarana pengingat bahwa Labib, Nuri, dan segenap keluarga Genre Purbalingga pernah berani melangkah sejauh ini yang dihiasi berbagai badai atau cobaan yang ada. Bagi teman-teman pembaca, semoga kalian juga mendapatkan semangat yang sama, ya!

Mengingat Bagaimana Ini Bermula

Pada awal perjalanan, ada beberapa tantangan yang harus kami lalui. Mundurnya Muhammad Shidiq sebagai line-up awal menjadi sebuah tantangan awal yang cukup berat. Namun, atas dasar ambisi dan rasa untuk ingin menunjukan kesiapan Purbalingga. Kami dengan cepat menunjuk Labib Mubarok sebagai pengganti Muhammad Shidiq. Tanpa ada penolakan dan cacicu, Labib langsung menerima dengan penuh keyakinan.

Berbagai rencana telah kami persiapkan, Labib dan Nuri pun siap untuk menunaikan berbagai kewajiban dari panitia. Rencana yang tersusun telah disesuaikan dengan ketentuan dan dibarengi berbagai terobosan baru yang telah kami siapkan. Kami sepakat bahwa ADUGENJAT 2026 adalah upaya ‘open’ bagi kami. Tampaknya Labib dan Nuri juga sudah meniatkan ini semua sebagai sarana beribadah. Xixixi.

Berusaha Mengenal Labib dan Nuri

Pada panjangnya proses yang dilalui ini, mari kukenalkan siapa Labib dan Nuri dari kacamata seorang pengombyong kecil dalam proses ini. Nuri, dalam hari- hari bersamanya. Saya merasa bahwa dia adalah pembawa semangat di antara kami semua. Kerap Nuri hadir dengan senyuman yang khas, dijejali dengan mata berbinarnya. Tak pernah terlihat Nuri letih dalam menghadapi ini semuanya. Bahkan sesekali ia hadir dengan melompat-lompat, atau seperti perawat dengan masker dan ketenangan penuh wibawanya itu. Meski begitu hingga tulisan ini saya ketik, kadang saya dan Nuri kaku untuk berkomunikasi. Rasa-rasanya Niki Zefanya yang kerap mencairkan suasana kami, atau ada lagi ya, Nur?

Labib, dulunya ia adalah adik kelasku di SMA. Sekarang iya juga, di UIN SAIZU. Terkenal dengan sifatnya yang cekatan, lugas, dan penuh percaya. Hadirnya labib memberikan arah yang lebih terorganisir pada proses mereka. Ada masanya, ia fokus tak bisa diganggu. Tak apa, yang penting tugasnya selesai. Labib sangat mampu untuk diandalkan. Bila Nuri sebagai penyambung semangat, labib justru sebaliknya. Dialah yang biasanya membuat kami merenung sebentar memikirkan apa yang kami lakukan, dan berusaha merefleksikannya menjadi inovasi baru.

Napak Tilas, Babad Alas, dan Penyuburan

Nah, di sinilah teman-teman akan membaca bagaimana mereka bekerja, mengabdi, dan berusaha berdampak pada masyarakat.  Melalui berbagai kegiatan yang ada, pada tahun ini panitia menginginkan tiap duta untuk lebih berkecimpung di masyarakat. Terlihat pada minimnya challenge individual dan masifnya program bermasyarakat. Seperti distribusi MBG pada challenge Pionir Gizi, sosialisasi peran ayah pada SIGAP, serta proses aktivasi pada PIK-Remaja.

Setiap challenge kami, mereka lakukan dengan penuh suka cita. Mesti terkadang di akhir kegiatan mereka selalu berucap “Cape mas” tak apa ini adalah salah satu bukti bahwa kalian ‘Temen’ (sungguh-sungguh) dalam melaksanakan ini semua. Beberapa tempat yang dulu kami kunjungi kami sapa kembali. Dari pertemuan yang berulang, para audiens tetap memberikan doa-doa terbaik bagi Labib dan Nuri. Kerap kami juga dihadiahi snack, PMT, dan berbagai hal-hal unik lainnya. Bahkan dalam satu pertemuan yang mempertemukan Nuri dengan Mba Rizky membuka jalan baru bagi kami.

Dengan tiba-tiba Mba Rizky (Penyuluh KB Kecamatan Kertanegara) mengajak Nuri untuk ikut acara Sosialisasi Gizi Ibu dan Anak yang dilaksanakan oleh Puskesmas Karangtengah. Undangan ini kami anggap sebagai apresiasi oleh Mba Rizky pada kami. Karena ini adalah pertemuan awal kami, terlihat Mba Rizky langsung yakin bahwa Nuri mampu memberi pemahaman materi dari sudut pandang seorang anak. 

Sepertinya Nuri memiliki +9000 aura yang membuat orang lain langsung tertarik menariknya. Sama seperti mas-mas juru foto di D’sentul yang ingin menjadikan Nuri sebagai modelnya.

Nuri cukup luwes menunaikan Pionir Gizi, mari kita lihat bagaimana Labib ‘Ruwet Dedet’ dalam melaksanakan Best Practice PIK-R. Semua bermula ketika ambisi membangun PIK-R baru muncul. Pencarian massa mulai bergerak, SMK N 1 Karanganyar menjadi target utama kami. Bermodalkan bismillah, saya dan labib meluncur ke SMK yang kerap disebut “Saka” tersebut. Alhamdulillah terucap, tapi kami harus mengelus dada. Pada waktu yang sama “Saka” dalam masa asesmen, jadi tak bisa kami lakukan dalam waktu itu.

Alih-alih menunggu, labib mendapat momentum yang pas. Ia inisiatif menjadikan anak majelisnya sebagai sarana yang lebih terwadahi. Selain pembekalan ilmu agama dalam tiap harinya. Kini Majelis Al-Barokah menjadi tempat bertumbuhnya remaja yang sehat, cerdas, ceria berbasis remaja berencana dengan ilmu agama.

Waktu cepat berlalu, “Saka” kini melahirkan keluarga baru bernama PIK-R Arunika. Mereka tumbuh bersama dengan PIK-R Wana, sekumpulan anak desa yang ingin tumbuh ceria hingga dewasa pada sebuah majelis bernama Al-Barokah.

Belajar dari siapapun adalah moto hidup yang harus kita pegang. Kerap, beberapa audiens mengatakan suatu hal pada kami. Kami terima itu semua itu sebagai ilmu baru atau rancangan observasi kedepannya. Labib dan Nuri kerap mendapat pemikiran anyar, tentang kasus yang baru mereka temui kala mengabdi

Momen tersebut sering mereka bagikan pada kami lewat bisikan yang nyaris membawa tangisan untuk kami. Namun, sebagai fasilitator dan konselor remaja Labib dan Nuri mampu membendung air mata mereka. Bisik kecil itulah yang selalu menjadi butiran dopamin bagi kami. Sebab kami sadar bahwasanya masih ada banyak orang yang ingin berbisik menyampaikan di tengah teriakan ribuan orang di luar sana.

Selembar Kasih Untuk Kalian

Deretan proses di atas kami laksanakan layaknya orang yang berpuasa. Menahan hawa nafsu untuk menyerah, berusaha terus menebar kebaikan, dan berusaha hadir dengan sejujur-jujurnya. Kami percaya bahwasannya pra karantina ini adalah jalaran bulan yang suci, dan akan dipertemukan kemenangan pada lebaran nanti di Apresiasi Duta Genre Jawa Tengah 2026.

Terimakasih ya, telah berjuang hingga sejauh ini. Sudah sejauh ini jalannya adalah satu capaian yang tidak pernah terkira. Mengingat bagaimana mulanya jauh, sudah lekang dari yang terbayang. Perjalanan kalian telah terbayar sekarang, terbayar pada lebaran Genre tahun ini.

Terima kasih pada seluruh tim mentor yang terlibat. DINKES PPKB dan Forum Genre Purbalingga sebagai fasilitator utama pada lebaran kali ini. Pada seluruh alumni Duta Genre yang terlibat aktif pada proses panjang ini. Kami sampaikan juga pada seluruh mitra yang bekerja sama membangun pondasi kami lebih kokoh.

Segenap rombongan halalbihalal ADUGENJAT 2026 ada Bu Atun, Mas Wahyu, Nuri, Fira, Jemy, dan Nazwa yang tetap berani melantangkan dukungan di tengah bantingan jumlah pasukan raksasa dari tiap kabupaten kota.

Terima kasih Labib sudah membawa kembali selempang Juara 1 Duta Genre Jawa Tengah ke Kabupaten Purbalingga, setelah sewindu kita tak membawanya pulang ke tanah perwira.  Terima kasih Nuri sudah mampu berjalan dengan berbagai kebulan asap pada pikiranmu. Mampu bersinergi dan menguras penuh kemampuanmu. Semoga semua ini jadi pembelajaran untuk proses panjangmu setelah ini, ya.

Terakhir, maaf atas perjalanan yang tidak sempurna. Berbahagialah!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top