Doa Pendosa dan Puisi Lainnya

Tawakkalku

Sajakku
sajak tanpa kata
Tangisku
tangis tanpa air mata
Doaku
doa tanpa pinta.

Republik NGOTA Senami, 24 Desember 2025

***

Di Pintu-Mu

Di pintu-Mu
Aku tertunduk
malu-malu
Di pintu-Mu
Aku terdiam
ragu-ragu
Di pintu-Mu
Lidahku kelu
Di pintu-Mu
Aku kehilangan
diriku.

Republik NGOTA Senami, 14 Desember 2025

***

Doa Pendosa

Sepotong doa
yang belum sempat di-aminkan
meringkuk
kikuk
dalam ceruk

telapak tangan seorang pendoa yang pendosa.

Republik NGOTA Senami, 21 Desember 2025

***

Doa di Penghujung Malam

Malam menggeripis
menipis terkikis gerimis
Aku meringkuk
Di ceruk waktu yang menekuk
membungkuk
barangkali
rukuk
Dan
Selembar doa tua melayang
mencari jalan pulang;
Tuhan.

Republik NGOTA Senami, 20 Desember 2025

***

Selembar Sajadah Lusuh

Selembar sajadah lusuh
Meringkuk di tepi malam

Selembar sajadah lusuh
Merindukan dahi yang telah lama tidak menyinggahi

Selembar sajadah lusuh
Sketsa wajahku keruh

Selembar sajadah lusuh
Di dadanya aku melelah

Selembar sajadah lusuh
Kulukis usia jelang Subuh.

Republik NGOTA Senami, 29 Desember 2025

***

Istighfar yang Terdampar

Malam berlari semakin kencang
Meninggalkan satu-satu jejak penanda waktu yang tak merupa
Di ufuk timur fajar menanti dalam tafakur
Di atas sajadah yang jarang kudatangi
Kumenengadah;
berharap percikan embun rahman
Tuhanku

O
Adalah selarik cahaya samar
yang terdampar di beranda rahim
Tuhanku
Dengan sepotong istighfar
yang belum sempurna
Dan sekeranjang doa yang memaksa
Tuhanku

O
Aku
Istighfar
Tuhanku
Aku.

Republik NGOTA Senami, 02 Januari 2026.

***

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top