
Sang Pemimpi
Sang pemimpi
Kerap kali berhalusinasi
Tertelan malam
Tak jua karam
Melahap jelang
Tak jadi jalang
Oh nirmala
Sudihkah kita bersua
Di hadapan lampu minyaktanah?
Kumenunggu
Di sini
Cepatlah ke mari
Jangan melahap mimpi
Rokan Hilir, 2026
***
Cinta Tak Mesti Perhitungan
Aneh
Bila cinta serupa aljabar
Jarak kauhitung
Berapa luas, jika
Sempit itu yang kausuka
Cinta bukan penjumlahan
Dia hadir tanpa penasaran
Sejak arungi paham
Bukan bingung akalakalan
Rokan Hilir, 2026
***
DiaNya
Kira mengira kasih
Cinta ditambah elegi
Hasilnya tak sebanding
Kadang ia berharap
Yang tiada diadakan
Yang ada tak terasa
Sedang dia-Nyata
Aku merasakannya
Pekanbaru, 2024
***
Manis Pahit
Menurutku kasih
Selarut komposisi kopi
Bila manis tambahkan gula
Masih pahit itulah sempurna
Kalau mau manis
Tambah lagi gulanya
Sembari minum
Amati kaca
Giginya keropos
Tinggal dua,
kecewa
Rokan Hilir, 2026
***
Gerimis Melanda Arti
Kautahu
Kadangkala kita mencintai rintik
Yang singgah mengguyur
Rindu kian basah
Lekungan bola mata
Kautahu
Kadangkala kita membenci deras
Yang sukar menepis
Dilema kasih
Ahh
Aku tak sudi
Sebab citacitaku
Ingin bersua
Tanpa kata
Nantilah
Rokan Hilir, 2026
***

S.H. Fashawi, lelaki kelahiran Rokan Hilir, bulan Oktober 2002, mulai serius menekuni dunia kepenulisan sejak masa remaja. Buku kutipan tunggal pertamanya berjudul Ataraxia: Perjalanan Menuju Keseimbangan Diri (2023). Ia meraih Juara II lomba cipta puisi Nocturne in Midnight’s Silence (2024) dan pada tahun 2025 terpilih sebagai salah satu peserta dalam ajang Pertemuan Penyair Nusantara XIII. Instagram: @shfashawi_.




