PKKMB Singkatan Pengenalan Kuliah Kritis Mahasiswa Baru

Hal membagongkan terjadi di Universitas Mulawarman Kalimantan Timur saat berlangsungnya Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) pada Selasa (5/8/2025) di GOR 27 September Unmul, Samarinda. Ratusan mahasiswa FKIP membalikan badan saat Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Seno Aji berpidato.

Sebuah loncatan aksi massa yang lebih keras suaranya dibandingkan bila para mahasiswa di UNMUL melakukan orasi dan demo di depan gedung. Itu mungkin hanya akan dianggap sebuah latihan saja.

Terlihat dalam video yang viral, kepanikan panitia maupun Wakil Gubernur Kaltim. Hal ini setidaknya membuat mereka sadar. Karena saya yang menonton lewat video saja menjadi sadar, sejatinya bukan hanya Wakil Gubernur Kaltim yang perlu di hormati tetapi bagaimana beliau Wakil Gubernur juga harus menghormati kebijakan dan janjinya kepada mahasiswa.

Entah berapakali saya ikut demo dan semuanya hampir seakan tidak sampai pada yang dituju. Alih-alih mendapatkan perhatian, bahkan perhatian dari awak mediapun jarang. Karena pada saat saya kuliah, sosial media tidak seramai sekarang. Jadi kalau demo, minimal bagaimana harus masuk media.

Kembali lagi pada kasus di UNMUL tentu ini menjadi sebuah cara unik dan tak lazim. Keberanian dan konsolidasi yang mungkin sudah mereka pupuk berhari-hari akhirnya membuka pandangan kita tentang kondisi kampus di ujung Indonesia sana, alias tidak di pulau jawa. Kalimantan Timur yang terkenal dengan sumber daya alamnya yang melimpah, tapi tentang pendidikan mereka abai.

Selain kejadian membalikan badan, pada acara tersebut mereka juga terang-terangan menolak militer masuk kampus dengan menyanyikan lagu buruh tani saat perwakilan militer dari Kodam VI/Mulawarman yang diwakili Brigjen TNI Deni Sukwara berada di atas panggung.

Sungguh betapa jengkelnya mahasiswa UNMUL terhadap pejabat dan militernya. Mungkin ada sebab, yang bisa jadi ini serupa permukaan gunung es – nampak kecil permukaannya namun begitu dalam.

Perlulah kita mencontoh aksi-aksi seperti ini untuk mengingatkan pemilik status quo agar tidak bermacam-macam seenaknya, entah di lingkungan kampus maupun di luar kampus. Seperti kejadian terbaru di Pati antara bupati dan rakyatnya, itupun karena kebijakan nirempati.

Ingatlah, bangsa ini memiliki ingatan kolektif ketika merasa senasib sepenanggungan. Indonesia dapat merdeka dan bersatu. Apalagi hanya menurunkan pemimpin, Indonesia sudah mengalami.

Akhirnya tidak hanya mahasiswa baru UNMUL yang mendapatkan pelajaran, saya yang melihatnya dari jauh seakan-akan memperolah pelajaran bahwa tubuh yang menolak tunduk adalah tanda kemerdekaan berpikir. Hidup Mahasiswa!!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top