
Delapan Puluh Tahun Palang Merah Indonesia: Dedikasi Untuk Kemanusiaan
Dalam sejarah palang merah dunia, penanganan medis di lapangan dan peperangan sangatlah minim, baik dari segi fasilitas, perlindungan, bahkan kesadaran akan menolong orang lain.

Dalam sejarah palang merah dunia, penanganan medis di lapangan dan peperangan sangatlah minim, baik dari segi fasilitas, perlindungan, bahkan kesadaran akan menolong orang lain.

Ketika alam dirusak, kerusakan bukan hanya soal pemandangan atau habitat; ia memutus mata pencaharian, ritual, kesehatan, dan bahkan tatanan kultural.

Bisa jadi, suatu saat, karena beberapa hal dan perbedaan pandangan dengan teman, malah kita fokus pada perbedaan, bukan tetap menjaga pertemanan.

Kematian Charlie Kirk yang ditembak sewaktu di Universitas Utah Valley menjadi headline besar di Amerika Serikat. Dengan cepat, Presiden Trump mengumumkan bahwa semua bendera Amerika harus dikibarkan setengah tiang hingga 14 September pukul 18.00 sebagai tanda penghormatan. Dari kacamata arus utama politik AS, Kirk diperlakukan bak pahlawan yang jasanya tidak terbantahkan. Namun, bagi yang bergerak dalam solidaritas Palestina, keputusan itu menyisakan tanda tanya: apa yang sesungguhnya dihormati dari seorang figur yang sepanjang hidupnya justru aktif membenarkan penderitaan sebuah bangsa lain? bahkan di kolom sosial media ada komentar “Mengapa saya harus

Sri Mulyani Indrawati: Seingat saya, itu awal tahun 2000an. Juga kalau tidak salah ingat, itu acara yang diorganisir The Asia Foundation. Reformasi masih menyisakan baranya. Orang bicara masa depan Indonesia. Yang jelas, saya hadir di acara itu. Ia diadakan di salah satu tempat di New York City. Ketika saya datang, belum banyak orang. Saya melihat di sudut ada perempuan yang wajahnya tampak familiar. Namun dia tampak asyik membaca. Dia melirik sekilas. Tidak ada tanda atau keinginan untuk menyapa. Jelas dia menunjukkan gesture, “Leave me alone.” Artinya, jangan ganggu saya. Dan

Analisis Drone Emprit AI Berdasarkan analisis mendalam terhadap 150 sampel data pilihan dari berbagai platform media online dan sosial, penunjukan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan baru menggantikan Sri Mulyani Indrawati telah memicu turbulensi persepsi yang signifikan dalam 24 jam pertama masa jabatannya. Analisis ini mengidentifikasi adanya dikotomi tajam antara narasi resmi pemerintah dan reaksi organik publik, yang didominasi oleh sentimen negatif akibat serangkaian peristiwa pemicu. Persepsi publik yang terbentuk bersifat multifaset, kompleks, dan sangat reaktif, berpusat pada isu komunikasi, empati, dan kompetensi yang diperbandingkan secara langsung dengan figur pendahulunya.

Dalam berbagai macam tradisi di masyarakat Nusantara, yang mengumpulkan banyak orang (baca: mengundang) seperti tahlilan, walimahan, yasinan baik itu suasana bahagia ataupun duka, pasti ada suguhan atau hidangan. Sedangkan, hidangan itu tidak mungkin ujug-ujug ada. Pasti ada tangan-tangan yang repot untuk mengadakan.

“Memang ada yang membaca buku di langit?”, tanyaku sambil tetap membolak-balik buku bersampul biru itu.

Panggung musik, yang semestinya menjadi ruang perjumpaan riang, tiba-tiba berubah menjadi gelanggang etika. Pestapora 2025 bukan sekadar festival, melainkan cermin retak dari hubungan antara seni, kapital, dan bumi yang terluka.

Hidup bukanlah sebagaimana pertaruhan di hamparan meja judi. Hidup adalah menjalankan tugas sebagai seorang hamba