Filosofi Gender dalam Tari Lengger Banyumas

Tari Lengger Banyumas merupakan manifestasi seni pertunjukan rakyat yang mengandung nilai-nilai filosofis mendalam, terutama mengenai konsep gender. Keunikan utamanya terletak pada fenomena Lengger Lanang, seorang penari laki-laki yang berbusana dan berperan menyerupai perempuan. Fenomena ini menjadi sebuah praktik lintas gender (cross-gender) yang telah mengakar dalam sejarah budaya agraris masyarakat Ngapak di wilayah Banyumas. Praktik ini bukan sekadar hiburan visual atau bentuk ekspresi gender modern, melainkan perwujudan dari pandangan dunia masyarakat Banyumas tentang keseimbangan spiritual, kesempurnaan diri, serta kebutuhan komunal akan kesuburan. Secara etimologi, nama “Lengger” dimaknai sebagai “dikarani leng (disangka

Read More »

Junet, Kepakaran, Logika Kapitalisme Akhir

Saya mungkin sedikit memahami, bagaimana Ahmad Junaidi, Ph.D. (@junaydfloyd) atau yang karib kami panggil Om Junet, memiliki komitmen sedemikian besar dan tulus pada dunia pendidikan. Sekian kali saya berbincang dengannya, selama itu pula saya selalu terkesima dengan pandangan-pandangan dan rancangannya untuk mendukung tumbuh kembang dan minat anak-anak pada pendidikan—spesifiknya belajar bahasa Inggris. Suara teriakan kegirangan anak-anak mengikuti metode belajarnya, pada Sabtu sore di halaman Madrasah Ibtidaiyah Al-Ma’arif Miftahul Qulub Desa Ungga—sekolah yang dipimpin Bapak saya—menandai berlangsungnya salah satu aktivitas rutinan Jage Kestare Foundation (JKF). Lembaga itu adalah dirian Om Junet,

Read More »
Scroll to Top