
Makna Kemerdekaan yang Hidup di Winongsari
Langit malam, 16 Agustus 2025 di Desa Winongsari, Kecamatan Kaliwiro, Wonosobo, terasa istimewa. Bukan sekadar perayaan rutin, malam itu menjadi saksi bagaimana makna kemerdekaan benar-benar dihidupkan.

Langit malam, 16 Agustus 2025 di Desa Winongsari, Kecamatan Kaliwiro, Wonosobo, terasa istimewa. Bukan sekadar perayaan rutin, malam itu menjadi saksi bagaimana makna kemerdekaan benar-benar dihidupkan.

Pada momen inilah kami menemukan kalimat “Apakah kamu sudah merasakan? Tulisan mampu merekam apa yang tak terekam video dan foto.”

Di hari kedua BSF 2025 dia menjadi salah satu penampil yang mempersembahkan sebagai wujud apresiasinya terhadap budaya Jawa. Sebuah momen lintas benua yang menjadi suguhan ke penonton dengan memadukan seni lokal dan pemain global.

Hari itu (Ahad, 24/8/25) yang bertepatan pula pada akhir bulan Safar menuju bulan Maulud (Rabiul Awwal) 1447 H. Selesainya sambutan-sambutan serah terima pengantin dalam acara ngunduh mantu di rumah pakdhe, sambil mencicipi hidangan yang sudah tersuguhkan, menepilah saya di sebelah barat kursi-kursi para tamu undangan yang sudah terbatas oleh tirai (biar gak malu saat tamu undangan menikmati segala prasmanan). Sapaan akrabnya Alam, “Mas Alam… Yuk, Aku mau pulang dulu. Geser ke Sumpiuh (Kecamatan di Kab. Banyumas).”