
Memahami Arti Lagu “Tujuh Belas” Lewat Haiking Bersama Teman-teman Ibu
Aku bukan hanya menyimpan orang di dalam lagu, namun lebih sering menyimpan momen di dalam lagu.

Aku bukan hanya menyimpan orang di dalam lagu, namun lebih sering menyimpan momen di dalam lagu.

Aku tidak mau tertinggal menonton “Tinggal Meninggal” yang kebetulan menjadi salah satu film dengan promo 17 ribu tersebut.

Pertama kali istilah narapidana aku ketahui tepat sewaktu statusku sebagai murid TK. Dulu sepulang sekolah, aku sering duduk bersama Eyang Kakung menonton program berita kriminal di salah satu stasiun televisi swasta sebelum tidur siang

Karena aku sedang berpikir kalau pengetahuan itu kadang berada pada tempat yang tidak enak, yang efeknya membawa pada perasaan cukup atau puas. Padahal bukannya ilmu pengetahuan itu terus berkembang dan selalu ada hal baru yang ditemukan?

Harapan atau doa itu sudah berumur tahunan. Ibaratnya sebuah buku, doa tersebut ada di halaman yang jauh dengan doa paling baru yang aku tulis, aku rasa wajar jika aku pun sudah tidak ingat. Di saat mungkin aku lupa dengan doa itu, Yang Maha Baik mengabulkan doa yang ‘ditulis’ bertahun lalu, yang justru aku baru menyadarinya saat sudah pulang dari berlangsungnya hari pertama festival tersebut.

Beruntungnya aku berkesempatan datang dan berinteraksi dengan masyarakat Tambaknegara, karena aku menemukan masyarakat yang mewujudkan praktik dari mata pelajaran PKn dan IPS semasa aku SD dulu.

Aku menanyakan di antara Kejawen dan Islam Kejawen, mana yang merupakan keyakinan masyarakat adat setempat?

Seandainya hingga saat ini sudah ada ratusan bahkan ribuan tulisan “BIL lFest” dibaca-disebut-didengar, berarti sudah berapa banyak doa yang secara sengaja maupun tidak sengaja dirapal dan dipanjatkan?