Na Willa, Memori Masa Kecil, dan Cita-cita Menjadi Ibu

Aku sengaja tidak ‘riset’ tentang film ini, pun menonton trailernya tidak, supaya jadi kejutan. Tanpa ekspektasi saat masuk studio, membawa apresiasi saat keluar studio. Seperti biasanya, aku coba mengapresiasi lewat tulisan, tentunya untuk “Na Willa” lewat tulisan ini.

Read More »

Menjadi Minoritas di Tengah Tuli

Tulisan ini menjadi bagian apresiasi sekaligus perayaan atas rilisnya “Catatan Belle: Dunia Tuli dan Aku” karya Aulia Nabila Fal, teman Tuli pertamaku, yang lebih akrab aku sebut Mba Bel.

Read More »

Tentang Film Jawa Ngapak dan Sudut Pandang Fangirl Bayu Skak

Seorang sahabatku adalah penggemar berat Mas Bayu Skak. Sejak 2013 lalu temanku selalu menunggu konten Mas Bayu. Jadi ketika “Yowis Ben” rilis pertama kali semasa kami SMA, bukan hal sulit menikmati film drama komedi tersebut, bahkan sampai seri terakhirnya yang hadir di saat kami kuliah. Bagiku film ini cukup seru karena dari semua sekuelnya hampir full berbahasa Jawa Timuran (ada juga yang berbahasa Indonesia dengan dialek Jawa Timuran), entah kenapa komedi dari film ini lebih menyenangkan dengan penyampaian bahasa dan dialek Jawa Timuran, rasanya akrab meskipun aku bukan orang yang lahir atau berdomisili di Jawa Timur. Seperti turut merasa memiliki.

Read More »
Scroll to Top