Menonton “Megalomania” Dipentaskan dan Kemunculan Sederet Pertanyaan

Sewaktu Mas Fikri mengabari bahwa Om Logo Situmorang akan menyediakan tiket pementasan monolog “Megalomania” seandainya kami (tim BIL Fest) hadir, aku langsung melihat tanggal pementasannya, 16 dan 17 Juli 2026. Lalu seperti ada kembang api di batinku setelah menyadari kalau aku dan ibuku di tanggal yang berdekatan akan ke Jakarta untuk sebuah agenda.

Read More »

Merangkum Sepuluh Hari ‘Selametan’ Lebaran Literasi dan Rilisnya “Teh Hijau” Sebagai Hadiah (Part II)

Saat tulisan ini sampai di bagian tengah, “Teh Hijau” dari Tulus rilis dan menjadi teman menyelesaikan hingga bagian akhir. Bukan bermaksud meromantisasi dengan merasa lagu ini untukku, tapi lagu ini rilis di situasi ketika lirik-liriknya adalah gambaran terkini kondisiku. Mulai dari euforia yang belum menggantikan perasaan biasa-biasa saja, badan yang masih butuh istirahat sedangkan isi kepala yang masih ingin bekerja riang, adaptasi jam tidur dan pola makan untuk kembali seperti dulu, ingin di tengah segala keramaian tapi masih belum seimbang ruang sendirinya, antusiasme atas apa pun yang tidak biasanya hanya datar saja. Serba tidak sinkron dan kontradiktif mungkin, ya?

Read More »

Merangkum Sepuluh Hari ‘Selametan’ Lebaran Literasi dan Rilisnya “Teh Hijau” Sebagai Hadiah (Part I)

Sambil menunggu kepastian reservasi pijat, rasanya rebahan di pagi ini tidak rela aku lewatkan jika hanya dihabiskan dengan flashback kejadian sepuluh hari kemarin (dan sepuluh hari kemarinnya lagi). Sepertinya tidak ada salahnya jika flashback tersebut aku tulis juga, katakanlah ini upaya pengarsipan (versi lite, ya?). Semoga tulisan ini juga diterima sebagai bagian dari usahaku mengapresiasi para volunteer yang menyukseskan lebaran literasi sepuluh hari lalu.

Read More »

Na Willa, Memori Masa Kecil, dan Cita-cita Menjadi Ibu

Aku sengaja tidak ‘riset’ tentang film ini, pun menonton trailernya tidak, supaya jadi kejutan. Tanpa ekspektasi saat masuk studio, membawa apresiasi saat keluar studio. Seperti biasanya, aku coba mengapresiasi lewat tulisan, tentunya untuk “Na Willa” lewat tulisan ini.

Read More »

Menjadi Minoritas di Tengah Tuli

Tulisan ini menjadi bagian apresiasi sekaligus perayaan atas rilisnya “Catatan Belle: Dunia Tuli dan Aku” karya Aulia Nabila Fal, teman Tuli pertamaku, yang lebih akrab aku sebut Mba Bel.

Read More »

Tentang Film Jawa Ngapak dan Sudut Pandang Fangirl Bayu Skak

Seorang sahabatku adalah penggemar berat Mas Bayu Skak. Sejak 2013 lalu temanku selalu menunggu konten Mas Bayu. Jadi ketika “Yowis Ben” rilis pertama kali semasa kami SMA, bukan hal sulit menikmati film drama komedi tersebut, bahkan sampai seri terakhirnya yang hadir di saat kami kuliah. Bagiku film ini cukup seru karena dari semua sekuelnya hampir full berbahasa Jawa Timuran (ada juga yang berbahasa Indonesia dengan dialek Jawa Timuran), entah kenapa komedi dari film ini lebih menyenangkan dengan penyampaian bahasa dan dialek Jawa Timuran, rasanya akrab meskipun aku bukan orang yang lahir atau berdomisili di Jawa Timur. Seperti turut merasa memiliki.

Read More »
Scroll to Top