Kicau Fajar dan Puisi Lainnya

Kita Sekafilah Ular 

Begitu juga tubuh ini
akan diserahkan pada-Nya.
Tubuhmu, tubuhku, tubuh
kita semua. Seperti kata
Rumi, kita adalah
pengembara asing terlantar
dari surga yang menjelma
tubuh ini di sini. Penuh hina
dan sesal yang terpendam
begitu saja.

Sebermula kita adalah
sekafilah ular. Berkasih
dengan Tuhan juga para
malaikat yang rupawan.
Kita saling mencintai (tidak
menutup kemungkinan
akan berdalih saling benci).

Tidak ada yang membatas
antara surga-neraka, hidup-mati.

Kita dahulu sekafilah ular
ke sana kemari—bergelak tawa
dan sesekali tiada tahu
suatu waktu akan celaka
dengan bentuk tubuh ini.
Kini. Lalu akan kembali
pada-Nya lagi.

***

Messias

Masihkah mengalir itu
darah dalam doa atau
biar sekarang kuubah
jadi puluhan botol bir?

Masihkah bersikeras hati
menyentuh surga
atau mau kusulap saja
jadi sebongkah roti?

Maukah aku tunjukkan
jalan pintas menuju
kefanaan Eden bernujum
anak-anak raja, yang
bidadarinya perawan
senantiasa?

Maukah aku antarkan
kau ke sana dan kau bakal
bergelimang harta?

Maka bersaksilah, aku
yang dititahkan menghunus
pedang kepada Almasih
di hari penuh fasad!

***

Jarum-jarum Jam Menghardik Waktu

Gerangan apakah menunggu yang buat
kami gelisah memutari angka-angka
yang telah kami kenal baik?
Kami ini bosan menunggu, dan janganlah
siapa membuat kami menunggu—sebab
kesabaran ini tak lebih tipisnya selembar tisu.
Atau kami babat habis saja rambutmu? Mau?

Perihal menunggu biarlah tembok-tembok
mengusam asal jangan kaubuat layu kami
di sini, tergantung antara kepastian
yang samar kaurahasiakan.

Apa yang membuat kami hidup penuh
dengan kebencian selain harus menunggu,
sejam, sehari, seminggu, sebulan, setahun?

Jika harus menunggu lagi, nanti kami
habisi tubuhmu! Mau?!

***

Kicau Fajar

Seekor burung menjemput fajar
di sela semak belukar.

Dibawanya.
Digantung di depan sarang
supaya kicaunya bisa
semerdu azan
subuh berkumandang.

Atau
Agar kicaunya makin nyenyak
meninabobokan
mimpi-mimpi orang.

***

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top