Epigram Kopi dan Puisi Lainnya

Epigram Kopi

Di manapun kedai kopi yang
kausinggah, bergembiralah.

Tidak boleh ada rasa sedih
dalam hangat cangkir kopimu.

Tidak pula rasa rindu yang
harus kaukenang melulu.

Sebab dalam sajak Jokpin tertulis,
“Dilarang ngopi sambil bersedih.”

***

Di Kedai Kopi

Hujan mulai merintik-rintik
ke dalam cangkir kopiku
yang manis dan cantik.

Tik tik tik.

Kudengar deraiannya
yang seperti jam dinding
berdetak dan berdetik.

Marilah menikmati kopi
bersamaku dengan penuh
khidmat dan hasrat.

Sebab hidup hanyalah jeda
antara azan dan iqomat, terlalu
singkat untuk kita beristirahat

***

Sabda Kopi 1

Alangkah manjurnya secangkir
kopi dapat meredakan derai
hujan yang berangsur gundah
di dalam kepala saya.

Sebab barang siapa bersungguh-sungguh
menikmati kopi, maka kopi pun
bersungguh-sungguh
akan menenangkannya.

Minumlah kopi dengan penuh
pengharapan dan keridhaan;
kegembiraan seorang peminum terletak
pada seruputnya yang teramat khusyuk

***

Sabda Kopi 2

Tiga jam sebelum aku beranjak
demam, aku sempatkan untuk
bermesraan dengan kopiku.

Perlahan badanku menggigil
dan hampir tak aku dengar sabda
manis kopi di pangkal pahit lidahku.

“Ingatlah aku di setiap detik
demammu, niscaya aku akan
bertandang menikmati secangkir gigilmu.”

***

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top